Gagal penalti jadi titik balik, Persis Solo curi kemenangan dari Semen Padang FC

Ringkasan Berita:

  • Persis Solo sukses mencuri tiga poin penting saat bertandang ke markas Semen Padang FC.
  • Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. 
  • Kegagalan penalti itu menjadi titik balik bagi Persis Solo.
  • Pelatih Persis Solo, Milomir Selsija, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski mengakui performa tim belum sepenuhnya sesuai harapan.

, PADANG – Persis Solo sukses mencuri tiga poin penting saat bertandang ke markas Semen Padang FC.

Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu menaklukkan tuan rumah dengan skor tipis 3-2 pada lanjutan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026).

Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal.

Selain diwarnai lima gol, laga juga menyajikan dua eksekusi penalti serta cuaca panas yang menguras stamina kedua tim.

Semen Padang FC sejatinya tampil dominan di awal pertandingan.

Kabau Sirah bahkan mendapat dua peluang emas melalui titik putih pada babak pertama. Namun, kedua kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan dengan sempurna.

Kegagalan penalti itu menjadi titik balik bagi Persis Solo.

Meski sempat berada di bawah tekanan, tim tamu perlahan bangkit dan menemukan ritme permainan.

Gol pertama Persis Solo dicetak Zanadin pada babak pertama melalui penyelesaian apik.

Gol tersebut menjaga asa tim tamu sekaligus mengubah momentum pertandingan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil lebih agresif dan efektif.

Dua gol tambahan berhasil dicetak untuk memastikan kemenangan 3-2 atas Semen Padang FC hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Persis Solo, Milomir Selsija, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski mengakui performa tim belum sepenuhnya sesuai harapan.

Ia menilai laga berjalan sangat panas, baik dari sisi tensi permainan maupun kondisi cuaca.

“Pertama, selamat untuk tim ini karena sudah menang. Tensi pertandingan sangat tinggi, cuaca juga panas, ada lima gol dan dua penalti. Secara keseluruhan, tim sudah menampilkan performa yang sangat bagus,” ujar Milomir usai pertandingan.

Namun, Milomir mengakui Persis Solo tidak bermain sesuai rencana pada babak pertama.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan membuat timnya berada di bawah tekanan, termasuk memberi dua peluang penalti kepada tuan rumah.

“Di babak pertama kami tidak bermain sesuai dengan apa yang dirancang dan memberi lawan dua kesempatan penalti,” katanya.

Ia juga memberikan pujian khusus kepada Zanadin yang dinilai tampil menonjol dan berpotensi menjadi aset penting bagi Persis Solo ke depan.

Menurut Milomir, mental pemain menjadi kunci kemenangan, terutama setelah Semen Padang FC gagal memanfaatkan penalti.

“Kunci kemenangan kami adalah mental. Ketika Semen Padang FC gagal memaksimalkan penalti, saya melihat mental mereka menurun. Saya sampaikan kepada pemain agar tampil lebih baik, dan di babak kedua kami bisa menambah gol,” jelasnya.

Meski kemenangan ini belum mampu mengangkat Persis Solo keluar dari zona degradasi, Milomir menilai tambahan tiga poin sangat berarti sebagai pemicu semangat tim.

“Tiga poin ini belum menyelamatkan kami dari zona degradasi, tetapi memberi perbedaan besar bagi pemain untuk bekerja lebih giat. Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama fisik dan aspek permainan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Zanadin mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraih timnya di Padang. Ia menilai kebersamaan dan saling menguatkan menjadi kunci Persis Solo mampu bangkit di tengah tekanan.

“Alhamdulillah kami dapat tiga poin di Padang. Walaupun sempat tertinggal dan bermain dalam cuaca panas dengan tensi tinggi, kami bisa saling menguatkan. Di babak kedua kami menambah dua gol dan akhirnya meraih kemenangan,” ujar Zanadin.

Kemenangan ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Persis Solo untuk menjaga momentum dan terus meraih poin demi memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League 2025/2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *