KediriNews.com – Peringatan peristiwa sejarah G30S/PKI kembali menjadi sorotan masyarakat, terutama di wilayah Kandangan, Kabupaten Nganjuk. Pada tanggal 30 September 2025, warga setempat akan mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film sejarah yang bertema G30S/PKI di Balai Desa Kecamatan Kandangan. Acara ini diharapkan dapat menjadi momen edukasi dan pengingat penting bagi generasi muda tentang perjuangan bangsa Indonesia.
“Kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah bangsa melalui tayangan film,” ujar salah satu panitia acara. “Film G30S/PKI adalah bagian dari sejarah yang harus diketahui oleh semua kalangan, terutama generasi muda.”
Nobar film ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan dan upaya untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan. Acara ini juga menjadi ajang memperkuat rasa nasionalisme serta memperkenalkan sejarah Indonesia secara langsung kepada masyarakat. Berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, tokoh masyarakat, dan anggota TNI, diperkirakan akan hadir dalam acara tersebut.
- Tujuan dan Makna Acara
- Edukasi sejarah bangsa
- Memperkuat rasa nasionalisme
-
Mengingatkan akan perjuangan para pahlawan
-
Pemilihan Lokasi
- Balai Desa Kecamatan Kandangan dipilih karena menjadi pusat kegiatan masyarakat.
-
Lokasi ini juga memiliki makna simbolis sebagai tempat berkumpulnya warga.
-
Partisipasi Masyarakat
- Diundangnya berbagai komunitas, termasuk siswa dan pemuda.
-
Hadirnya tokoh masyarakat dan anggota TNI menunjukkan dukungan terhadap acara ini.
-
Peran Media dan Sosial
- Penyebaran informasi dilakukan melalui media lokal dan media sosial.
-
Penggunaan hashtag seperti #G30SPKI dan #SejarahIndonesia membantu meningkatkan partisipasi masyarakat.
-
Kesiapan Panitia
- Persiapan dilakukan beberapa minggu sebelum acara.
- Pemutaran film dilakukan dengan sistem tertib dan khidmat.

Selain nobar film, acara ini juga dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan. Dengan menghadirkan narasumber dan diskusi singkat sebelum pemutaran film, peserta diharapkan dapat memahami konteks sejarah secara lebih mendalam. “Film ini tidak hanya menyajikan fakta sejarah, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga kedaulatan negara,” tambah salah satu penyelenggara.
Acara ini juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan memperingati peristiwa G30S/PKI secara terbuka, masyarakat bisa belajar dari masa lalu dan menjaga keutuhan bangsa. “Kita harus belajar dari sejarah agar tidak terulang kembali,” kata seorang peserta.

Dalam rangka memperingati G30S/PKI, berbagai kegiatan serupa telah digelar di berbagai daerah. Misalnya, di Jambi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama DPD PEPABRI menggelar nobar film di Tugu Juang. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pejabat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan G30S/PKI bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran sejarah yang kuat.
Tidak hanya itu, beberapa lembaga pendidikan juga turut serta dalam peringatan ini. Seperti MTsS Al-Islam Rumbio yang mengadakan pawai kostum perjuangan dan nobar film. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya pendidikan sejarah dalam membentuk karakter bangsa.
Dengan adanya acara nobar film G30S/PKI di Balai Desa Kecamatan Kandangan, masyarakat setempat dapat lebih dekat dengan sejarah bangsa mereka sendiri. Melalui tayangan film dan diskusi, peserta diharapkan dapat memahami betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita harus selalu ingat, bahwa perjuangan para pahlawan adalah dasar dari kebebasan kita hari ini,” tutup salah satu peserta.




