FESTIVAL NANAS PASIR! Gunungan Nanas Raksasa Diarak di Kecamatan Ngancar pada 1 Desember 2025

KediriNews.com – Festival Nanas Pasir yang akan digelar di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 1 Desember 2025, kembali menjadi sorotan masyarakat. Tahun ini, acara tersebut akan menghadirkan gunungan nanas raksasa yang diarak dari pusat kecamatan hingga ke kaki Gunung Kelud. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi pertanian daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat serta nilai ekonomi buah nanas.

Gunungan Nanas Raksasa adalah salah satu daya tarik utama dalam festival tahun ini. Masyarakat akan melihat sejumlah besar buah nanas yang dirangkai menjadi bentuk menarik dan diarak dengan penuh semangat. “Tujuan kami adalah membangun citra positif Ngancar sebagai penghasil nanas berkualitas,” ujar Camat Ngancar, Ngaseri, seperti dikutip dalam laporan Antara Jatim beberapa waktu lalu.

  1. Sejarah dan Tujuan Festival Nanas Pasir

    Festival Nanas Pasir merupakan acara pertama kali yang diselenggarakan di Kecamatan Ngancar. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan produk lokal, tetapi juga sebagai upaya menarik minat wisatawan. “Nanas menjadi komoditas utama di daerah ini, sekitar 70 persen petani bergantung pada hasil panen ini,” tambah Ngaseri.

Dalam festival ini, tersedia berbagai jenis nanas seperti queen, simplek, dan lainnya. Selain itu, para pengunjung juga bisa menikmati olahan dari buah nanas seperti keripik, dodol, dan jus. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada masyarakat tentang potensi ekonomi dari buah nanas.

  1. Peran Nanas dalam Ekonomi Lokal

    Luas lahan tanaman nanas di Kecamatan Ngancar mencapai lebih dari 2.500 hektare. Produksi per hektare mencapai hingga 80.000 biji atau sekitar 50 ton. Setiap minggu, produksi mencapai 200–250 ton dengan kualitas A, B, dan C yang berbeda-beda. Harga jual nanas pun bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 per buah tergantung ukuran dan jenisnya.

Namun, selama ini petani lebih banyak menjual nanas dalam bentuk mentah. Padahal, jika diolah, nilai jualnya bisa meningkat signifikan. “Kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa nanas bisa dijadikan produk olahan yang bernilai tinggi,” ujar Ngaseri.

  1. Pengembangan Wisata dan Pemasaran Nanas

    Festival Nanas Pasir juga menjadi bagian dari strategi pemerintah setempat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Lokasi acara yang berada di “rest area” Gunung Kelud, yang berada di ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut, menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami berencana menyelenggarakan festival ini secara rutin setiap tahun. Ke depan, kami harapkan jumlah buah nanas yang dibagikan lebih banyak dan acara lebih meriah,” tambah Ngaseri. Acara ini juga diharapkan bisa menjadi ajang promosi bagi petani lokal agar lebih dikenal oleh pasar luar daerah.

  1. Partisipasi Masyarakat dan Reaksi Positif

    Dalam acara sebelumnya, ribuan warga antusias mengikuti festival. Meskipun tidak bisa berebut langsung, mereka antre dari luar pagar dan membawa buah nanas yang dibagikan secara gratis. Salah satu pengunjung, Ari dari Pagu, mengaku senang dengan festival ini. “Nanas Kelud rasanya segar, sedikit asam dan manis. Selain enak, nanas juga memiliki khasiat kesehatan seperti mengurangi kolesterol dan menyembuhkan asam urat,” katanya.

Festival ini juga menjadi momen edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya mengolah hasil pertanian secara optimal. Dengan adanya festival, diharapkan masyarakat lebih memahami nilai ekonomi dan manfaat dari buah nanas.

  1. Tantangan dan Peluang di Masa Depan

    Meski festival ini menunjukkan progres positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, keterbatasan akses pasar dan kurangnya inovasi dalam pengolahan. Namun, dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, peluang untuk mengembangkan industri nanas di Ngancar sangat besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi nanas di Ngancar telah meningkat, dan harga jual stabil. Dengan festival yang rutin digelar, diharapkan dapat memperkuat posisi Ngancar sebagai sentra penghasil nanas di Jawa Timur.



Warga antusias mengikuti acara Festival Nanas Pasir

Petani nanas di Kecamatan Ngancar sedang melakukan panen

FestivalNanasPasir #Ngancar #NanasKelud #WisataKediri #PenghasilNanas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *