KediriNews.com – Festival Durian Medowo yang digelar di Kecamatan Kandangan, Jawa Timur, pada 7 Desember 2025 berakhir dengan kejadian tak terduga. Ratusan pengunjung mengalami mabuk dan pingsan setelah mengonsumsi durian secara berlebihan. Acara yang seharusnya menjadi momen hiburan dan promosi lokal ini justru menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan dan keselamatan peserta.
Acara tahunan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi pertanian daerah, khususnya durian Medowo yang dikenal berkualitas tinggi. Namun, kejadian yang terjadi pada hari itu membuat banyak pihak mempertanyakan tata kelola acara dan pengawasan terhadap konsumsi buah durian oleh pengunjung.
- Pengunjung Mengalami Mabuk dan Pingsan
Menurut laporan saksi mata, banyak pengunjung yang mengonsumsi durian dalam jumlah besar tanpa batas. Beberapa dari mereka bahkan memakan buah tersebut langsung dari pohon. Akibatnya, beberapa orang mengalami gejala mabuk dan pingsan.
“Beberapa orang tampak tidak sadarkan diri setelah makan durian. Kami langsung memberikan pertolongan pertama,” ujar salah satu petugas medis yang bertugas di lokasi acara.
- Tingginya Antusiasme Pengunjung
Meski ada insiden, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Festival ini dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Mereka datang untuk mencoba durian Medowo segar, mengikuti lomba, dan membeli produk UMKM lokal.
“Saya datang ke sini karena ingin merasakan langsung durian Medowo yang terkenal. Tapi saya tidak menyangka akan sampai mabuk,” kata Siti, salah satu pengunjung.
- Pemerintah Daerah Menyampaikan Pernyataan
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Ia mengakui bahwa festival ini bertujuan untuk mempromosikan durian sebagai komoditas unggulan daerah. Namun, ia juga menyampaikan penyesalan atas insiden yang terjadi.
“Kami sangat menyesal atas kejadian yang terjadi. Kami akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan festival agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
- Dampak terhadap Perekonomian Lokal
Meskipun ada insiden, festival ini tetap memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Banyak pelaku UMKM berhasil menjual produk mereka, termasuk olahan durian seperti dodol dan keripik.
“Saya bisa menjual sekitar 100 kilogram durian dalam satu hari. Ini cukup membantu usaha saya,” ujar salah satu pedagang.
- Evaluasi dan Langkah Kedepan
Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka akan memperketat pengawasan terhadap konsumsi durian dan memberikan informasi lebih jelas kepada pengunjung tentang cara mengonsumsinya secara aman.
“Kami akan memastikan bahwa festival tahun depan lebih terorganisir dan aman bagi semua peserta,” tambah panitia penyelenggara.






