ES CINCAU HIJAU SEGAR DENGAN SANTAN DI KECAMATAN GURAH PADA 5 MARET 2025

KediriNews.com – Di tengah keindahan alam dan keramaian kota Kediri, masyarakat setempat kini sedang menantikan perayaan spesial pada 5 Maret 2025. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran es cincau hijau segar dengan santan yang akan dijual oleh para pedagang di Kecamatan Gurah. Minuman tradisional ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang dalam.

Es cincau hijau atau dikenal juga sebagai daluman di Bali, merupakan minuman yang terbuat dari daun cincau hijau yang diproses secara alami. Proses pembuatannya melibatkan perebusan dan pengeringan daun yang kemudian diolah menjadi bentuk jelly. Tidak seperti cincau hitam, cincau hijau memiliki tekstur yang lebih kenyal dan transparan, sehingga cocok untuk diminum dengan berbagai campuran seperti gula merah, susu, atau santan.

“Es cincau hijau ini sangat segar dan nikmat, terutama jika dicampur dengan santan. Rasanya menggugah selera dan bisa membuat kita merasa lebih rileks,” ujar salah satu warga setempat, Budi, saat berbincang dengan KediriNews.com.

  1. Sejarah dan Budaya
    Es cincau hijau memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia. Di Jawa, minuman ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti camcao, juju, dan kepleng. Sementara itu, di wilayah Sunda disebut camcauh atau tahulu. Berbeda dengan cincau hitam, cincau hijau memiliki konsentrasi yang lebih pekat dan transparan, sehingga sering disebut sebagai ai-yu jelly di China.

  2. Manfaat Kesehatan
    Selain rasanya yang lezat, es cincau hijau juga memiliki manfaat kesehatan. Daun cincau hijau mengandung kandungan lemak dan karbohidrat yang dapat menyerap air, sehingga membentuk tekstur jelly yang kenyal. Selain itu, minuman ini juga diketahui membantu pencernaan dan memberikan efek menyejukkan bagi tubuh.

  3. Cara Pembuatan
    Proses pembuatan es cincau hijau cukup sederhana. Daun cincau hijau yang sudah dicuci bersih diremas-remas sampai mengeluarkan cairan hijau yang berbusa. Cairan tersebut kemudian direndam dalam air matang hingga membentuk cairan yang encer. Setelah itu, ampas daun dipisahkan dengan cara menyaringnya, lalu dibiarkan selama 3-4 jam agar cairan mengeras.

Proses Pembuatan Es Cincau Hijau

  1. Variasi Rasa
    Es cincau hijau dapat dipadukan dengan berbagai bahan seperti gula merah, susu, santan, atau buah-buahan segar untuk menciptakan sensasi rasa yang menggugah selera. Variasi ini membuat minuman ini semakin populer di kalangan masyarakat, terutama saat musim panas atau menjelang berbuka puasa.

  2. Perayaan di Kecamatan Gurah
    Pada 5 Maret 2025, masyarakat Kecamatan Gurah akan merayakan kehadiran es cincau hijau segar dengan santan. Para pedagang akan membuka lapak mereka di sekitar area wisata Tirto Tani Djojo, yang juga menjadi tempat favorit untuk berwisata air. Minuman ini akan menjadi bagian dari menu takjil yang istimewa untuk keluarga dan teman-teman.

Pedagang Es Cincau Hijau di Kecamatan Gurah

Dengan adanya acara ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan kekayaan budaya dan kuliner khas Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi wisata dan kuliner di Kecamatan Gurah kepada para pengunjung.

EsCincauHijau #KecamatanGurah #WisataAir #TirtoTaniDjojo #MinumanTradisional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *