KediriNews.com – Peredaran uang palsu kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama para pedagang di pasar tradisional. Pada 2 Desember 2025, seorang pedagang sayur di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mengalami kerugian besar setelah menerima uang palsu dalam transaksi jual beli.
“Saya tidak menyangka akan mendapat uang palsu. Saya sedang sibuk melayani pembeli, lalu ada seseorang membeli sayuran dengan uang pecahan Rp100 ribu,” kata Bahrul Ulum, salah satu pedagang yang mengalami kejadian ini. “Setelah transaksi selesai, saya merasa curiga karena tekstur uang itu berbeda dari uang asli.”
Bahrul menjelaskan bahwa ia sempat memeriksa uang tersebut dan menemukan bahwa uang itu tidak memiliki garis air (watermark) yang biasanya terdapat pada uang resmi. Ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pasar dan polisi setempat.
Modus Pelaku Membuat Kekacauan

Menurut informasi yang dihimpun, pelaku menggunakan modus yang sama seperti kasus-kasus sebelumnya, yaitu menyasar pedagang tua atau pemilik toko kecil yang kurang waspada. Pelaku biasanya membeli barang murah, lalu memberikan uang besar dan meminta kembalian. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan uang asli dalam jumlah besar.
Dalam kasus di Kecamatan Gurah, pelaku diperkirakan melakukan tindakannya sekitar pukul 09.00 pagi. Saat itu, banyak pedagang sedang sibuk melayani pembeli, sehingga mudah tertipu. Setelah uang palsu diterima, pedagang hanya menyadari kecurigaan setelah memeriksa uang tersebut lebih lanjut.
Penanganan oleh Pihak Berwajib

Pihak kepolisian setempat telah mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti kejadian ini. Menurut AKP Agus Sudarjanto, Kapolsek Wates, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku. “Kami sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kediri dan akan segera menindaklanjuti kasus ini,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta para pedagang untuk lebih waspada dan memeriksa uang sebelum menerima transaksi. “Jika ada keraguan, sebaiknya minta bantuan petugas atau memeriksa uang melalui alat yang tersedia,” tambah Agus.
Tips Mengenali Uang Palsu
Berikut beberapa cara untuk mengenali uang palsu:
-
Periksa Garis Air (Watermark)
Uang asli memiliki garis air yang terlihat saat diterawang. Jika tidak ada, kemungkinan uang tersebut palsu. -
Cek Benang Pengaman
Uang rupiah memiliki benang pengaman yang terlihat jika diterawang. Jika tidak ada, maka uang tersebut bisa jadi palsu. -
Periksa Tinta dan Tekstur
Uang asli memiliki tinta yang khusus dan tekstur yang halus. Jika uang terasa kasar atau tidak sesuai dengan ciri-ciri uang resmi, sebaiknya tidak digunakan. -
Gunakan Alat Pemeriksa Uang
Beberapa toko kecil atau pasar tradisional menyediakan alat pemeriksa uang. Gunakan alat tersebut untuk memastikan keaslian uang.
Langkah Pencegahan untuk Pedagang
Untuk mencegah kejadian serupa, para pedagang disarankan:
-
Meningkatkan kesadaran akan keamanan uang
Para pedagang perlu lebih waspada terhadap uang yang diterima dari pembeli, terutama yang menggunakan uang besar. -
Melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian
Jika ada indikasi uang palsu, segera laporkan ke polisi agar dapat ditindaklanjuti. -
Membuat sistem pembayaran yang lebih aman
Misalnya, menggunakan metode transfer atau pembayaran digital untuk transaksi besar.
Kesimpulan
Peredaran uang palsu tetap menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama para pedagang kecil. Kasus di Kecamatan Gurah menunjukkan betapa pentingnya kesadaran dan pencegahan terhadap tindakan penipuan ini. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama dengan aparat hukum, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan.





