Detik-Detik Kebakaran Lahan di Wilayah Kandat: Petugas Damkar Berjuang Melawan Api

Kawasan hutan Pakah atau alas Jalin di Kabupaten Tuban kembali menjadi korban kebakaran pada Senin (26/9) siang sekitar pukul 12.05 WIB. Kebakaran yang terjadi di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini menimbulkan kepulan asap yang cukup tebal hingga terlihat dari jalan raya Nasional Tuban-Surabaya.

Petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tuban memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh oknum yang sengaja membakar hutan untuk kepentingannya sendiri. Informasi mengenai kejadian ini diperoleh dari warga bernama Tasmani (51), yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkar.

“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 12.20 WIB bahwa pada pukul 12.05 telah terjadi kebakaran hutan dengan lahan seluas 3.0 hektare,” ujar Sutaji, Kepala Bidang Damkar, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban, Selasa (27/09/2022).

Mendapat laporan tersebut, tim Damkar langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Mereka membawa dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil dari pos Rengel. Namun, kondisi medan yang sulit dan angin kencang membuat proses pemadaman menjadi lebih rumit. Banyaknya daun kering juga memperparah situasi, sehingga petugas kesulitan dalam memadamkan api.

Berdasarkan pengalaman mereka, Sutaji menjelaskan bahwa upaya manual menjadi solusi utama. “Kami harus menggunakan cara manual karena angin kencang serta banyaknya daun kering. Pukul 15.10 WIB kami berhasil memadamkan api dengan menggunakan tiga mobil,” tambahnya.

Selain itu, data yang dikumpulkan blokTuban.com menunjukkan bahwa kebakaran hutan Pakah merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya di hutan Rengel pada 20 Agustus 2022 lalu. Kedua peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh tindakan sengaja dari oknum tertentu.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban mengeluarkan himbauan agar masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau basah. Hal ini disebabkan oleh gangguan atmosfer pembelokan masa udara, yang memperlambat pergerakan udara di atas Jawa Timur.

Kebakaran lahan bukan hanya terjadi di wilayah Tuban, tetapi juga di beberapa daerah lain seperti Kalimantan Barat dan Sumatera Barat. Di Kalimantan Barat, BPBD mencatat bahwa hingga periode 1 Januari sampai 30 Agustus 2024, seluas 13.057,70 hektare lahan di 13 kabupaten/kota telah terbakar. Sementara itu, di Kabupaten Solok, puluhan hingga ratusan hektare lahan juga dilalap api.

Petugas Damkar di berbagai wilayah terus berjuang memadamkan api, meskipun menghadapi kendala seperti lokasi yang sulit diakses dan keterbatasan sumber daya. Di Kabupaten Solok, misalnya, tim Damkar hanya dapat mengoperasikan tiga dari lima armada yang ada akibat kecelakaan dan kerusakan alat.

Dengan situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat lahan pertanian atau hutan. Hujan yang turun juga menjadi harapan untuk mengakhiri musim kemarau yang berkepanjangan.

Kebakaran lahan di wilayah Kandat menjadi contoh nyata betapa pentingnya peran petugas Damkar dalam melindungi lingkungan dan mencegah dampak buruk dari kebakaran. Meski menghadapi tantangan berat, mereka tetap berjuang dengan gigih untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat.

Pos terkait