Danantara siapkan 2 skema pembangunan kampung haji di Mekah

BADAN Pengelola Investasi Danantara menyiapkan dua skema strategis dalam pengembangan Kampung Haji Indonesia di Mekah, Arab Saudi. Kedua skema ini dijalankan secara paralel sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan Kompleks Haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan skema pertama dilakukan melalui penguatan fondasi proyek di Kawasan Thakher. Jalur kedua ditempuh dengan mengikuti mekanisme lelang kawasan strategis yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

“Kami membangun Kompleks Haji melalui pendekatan bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan. Di saat yang sama, kami juga mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” kata Pandu dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari 2025.

Pandu mengatakan pendekatan bertahap dipilih agar pengembangan Kompleks Haji berjalan terukur dan berkelanjutan.

Kawasan Thakher saat ini mencakup Novotel Thakher Mekah yang telah beroperasi dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar di tiga menara. Selain itu, tersedia sekitar 14 plot lahan pengembangan dengan total luas mencapai 4,4 hektare. Lokasinya berada di koridor strategis sekitar 2 hingga 3 kilometer dari Masjidil Haram.

Danantara Indonesia menargetkan kawasan ini berkembang secara bertahap hingga memiliki sekitar 6.000 kamar. Kapasitas tersebut diproyeksikan dapat menampung sekitar 22.000 jemaah atau setara 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahun.

Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya berfokus pada akomodasi. Pandu mengatakan, Danantara jug menyiapkan ekosistem layanan jamaah yang terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta layanan penunjang lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis layanan jamaah Indonesia yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu.

Selain penguatan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga aktif mengikuti dan mencermati proses lelang kawasan yang dijalankan RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Mekah, RCMC menetapkan arah kebijakan dan master plan kawasan strategis di sekitar Masjidil Haram.

Dalam proses tersebut, kata Pandu, RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi dan peruntukan yang berbeda. Seleksi investor dilakukan melalui tahapan evaluasi teknis dan finansial agar sejalan dengan rencana pengembangan Kota Mekah.

“Kami terlibat dalam proses ini sebagai eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” jelas Pandu.

Untuk Kawasan Thakher, Danantara Indonesia menyiapkan investasi secara bertahap. Investasi tersebut mencakup penguatan aset awal dan belanja modal untuk pengembangan lanjutan. Danantara menargetkan groundbreaking proyek dilakukan pada 2026, sementara operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent dan terukur. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” kata Pandu.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan operasional Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, belum dapat berjalan pada musim haji 2026. Dia memperkirakan hotel Kampung Haji Indonesia baru bisa diterapkan pada satu hingga dua tahun ke depan.

“Kami harap paling lambat tahun 2028 ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ucapnya ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis, 8 Januari 2026.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah Indonesia telah memenangkan lelang kepemilikan aset berupa hotel dan lahan di Arab Saudi, yang nantinya akan dijadikan sebagai lokasi Kampung Haji Indonesia.

Prasetyo mengonfirmasi kemenangan tersebut setelah CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan laporan itu dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2025.

“Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2025.

Sultan Abdurrahman dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *