KEDIRINews.com – Pada hari Jumat, 20 November 2025, Camat Tarokan, Bapak Suryadi, melakukan blusukan untuk meninjau kondisi banjir yang melanda tiga dusun di kecamatan tersebut. Dengan mengenakan sepatu bot dan berjalan kaki melewati genangan air setinggi 30-50 sentimeter, ia memastikan bahwa masyarakat mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Suryadi mengatakan, “Kami sudah memantau secara langsung dan melihat dampak banjir yang cukup parah. Kami akan segera koordinasi dengan pihak terkait untuk menangani masalah ini.”
- Pemantauan Langsung oleh Camat
Camat Tarokan, Suryadi, memilih untuk turun langsung ke lokasi banjir, tidak hanya sekadar melalui laporan tertulis. Ia berjalan kaki melewati jalan-jalan yang masih tergenang, serta mengecek rumah-rumah warga yang terkena dampak banjir. Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam memberikan perhatian serius terhadap masyarakat yang terdampak.
“Kami ingin melihat langsung apa yang terjadi, bukan hanya melalui laporan,” ujar Suryadi. “Dengan demikian, kami bisa lebih cepat merespons kebutuhan warga.”
- Dampak Banjir di Tiga Dusun
Banjir yang terjadi di Kecamatan Tarokan mencakup tiga dusun, yaitu Dusun Rejomulyo, Sumber Kepuh, dan Kaliboto. Genangan air mencapai ketinggian 30 hingga 50 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Selain itu, beberapa akses jalan utama juga terendam, membuat transportasi menjadi sulit.
Menurut data dari BPBD Kabupaten Kediri, wilayah ini termasuk daerah rawan banjir tinggi. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 2025, yang menyebutkan bahwa faktor utama penyebab kerawanan banjir adalah dekatnya wilayah ini dengan sungai, tutupan lahan terbangun, dan kemiringan lereng yang landai.
- Koordinasi dengan Pihak Terkait
Setelah melakukan pemantauan, Camat Suryadi segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan dapat segera dilakukan. Mereka juga menyiapkan pos pengungsian sementara bagi warga yang terdampak.
“Kami sedang mempersiapkan logistik dan layanan kesehatan agar bisa segera diberikan kepada warga,” tambah Suryadi. “Selain itu, kami juga akan mempercepat pembersihan jalur-jalur yang terendam.”
- Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Meskipun pemerintah setempat berupaya maksimal, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam mitigasi bencana. Warga diminta untuk tetap waspada dan siap mengungsi jika diperlukan. Selain itu, mereka juga diimbau untuk menjaga lingkungan sekitar, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami harap masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi bencana ini,” kata Suryadi. “Dengan kolaborasi, kita bisa mengurangi risiko dan dampak banjir.”
- Tindakan Jangka Panjang
Selain tindakan darurat, pemerintah setempat juga mulai merancang tindakan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Salah satunya adalah penguatan tanggul sungai dan pembuatan saluran drainase yang lebih efektif. Selain itu, pendidikan masyarakat tentang mitigasi bencana juga akan ditingkatkan.
“Kami ingin mencegah terulangnya banjir seperti ini di masa depan,” ujar Suryadi. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.”







