BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di NTB 3 Januari 2026

Ringkasan Berita:

  • BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah NTB 3 Januari.

  • Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada.

 

TRIBUBLOMBOK.COM, MATARAM – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 3 Januari 2026.

Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:

  • Kabupaten Lombok Barat: Narmada, Lingsar
  • Kabupaten Lombok Utara: Gangga, Kayangan, Bayan
  • Kabupaten Lombok Tengah: Batukliang, Pringgarata, Kopang, Batukliang Utara
  • Kabupaten Lombok Timur: Masbagik, Suralaga, Suela, Wanasaba, Aikmel, Montong Gading, Sikur, Pringgasela, Pringgabaya, Sembalun, Sambelia
  • Kabupaten Sumbawa: Alas, Batu Lanteh, Lenangguar, Moyo Hulu, Orong Telu Unter Iwes, Rhee, Lopok, Lantung
  • Kabupaten Sumbawa Barat: Pototano, Seteluk, Brang Rea, Jereweh, Taliwang
  • Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Madapangga, Woha, Parado, Monta, Belo, Bolo, Palibelo, Wawo, Sape, Lambitu, Wera, Ambalawi

Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditim bulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir waspada tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima.

Peringatan ini berlaku mulai 1 Januari 2026 pukul 08.00 Wita hingga 8 Januari 2026 pukul 20.00 Wita.

Peringatan Banjir Rob

BMKG menyampaikan bahwa potensi banjir rob dipicu oleh fenomena pasang air laut maksimum yang bertepatan dengan kondisi cuaca berawan hingga hujan sedang, disertai angin dan gelombang laut yang cukup tinggi.

Dalam prakiraan cuaca wilayah Lembar, BMKG mencatat kondisi cuaca berawan hingga hujan sedang dengan arah angin Barat Daya hingga Barat Laut berkecepatan 5–20 knots. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan pasang maksimum mencapai 2,0 meter pada rentang waktu pukul 19.00 hingga 01.00 Wita.

Sementara itu, untuk wilayah Sape, kondisi cuaca diprakirakan serupa, yakni berawan hingga hujan sedang. Arah dan kecepatan angin berada pada kisaran Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 5–20 knots. Tinggi gelombang juga diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, dengan pasang maksimum 2,0 meter yang terjadi pada pukul 19.00 hingga 03.00 Wita.

Selain itu, BMKG juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob. Di Pulau Lombok, daerah rawan meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Sementara di Pulau Sumbawa, wilayah Sumbawa dan Labuhan Badas masuk dalam daftar potensi terdampak.

Adapun di wilayah Bima, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah dihimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya banjir rob.

BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pelaku aktivitas pesisir, serta warga yang tinggal di wilayah rendah, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang laut terkini.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *