KediriNews.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kecamatan Kota, berlangsung dengan penuh antusiasme. Namun, momen yang seharusnya meriah justru berubah menjadi kekacauan setelah tarian barongsai yang biasanya menjadi hiburan utama, mengakibatkan beberapa penonton terinjak. Insiden ini terjadi pada hari Rabu (29/1/2025), saat masyarakat berkumpul untuk merayakan pergantian tahun dalam tradisi leluhur.
“Barongsai yang biasanya ditarikan dengan ritme yang khas dan penuh semangat, kali ini terlihat agak tidak terkendali,” ujar salah satu saksi mata yang tak ingin disebut namanya. “Beberapa orang terjatuh karena tidak bisa menghindar dari gerakan tarian yang sangat cepat.”
Menurut informasi yang diperoleh KediriNews.com, insiden ini terjadi saat para penari barongsai sedang melintasi jalur utama di depan kelenteng. Puluhan penonton yang memadati area tersebut, termasuk anak-anak dan lansia, tidak sempat menghindar akibat kecepatan dan intensitas tarian yang tinggi. Sejumlah petugas keamanan dan pengurus kelenteng langsung bertindak cepat untuk menenangkan situasi dan membantu korban.
“Kami sangat menyesal atas kejadian ini. Kami telah melakukan evaluasi terhadap tata cara penyelenggaraan acara, terutama dalam hal pengaturan ruang dan pengawasan penonton,” kata Ketua Pengurus Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Budi Suryadi.

Tradisi yang Memiliki Makna Mendalam

Perayaan Imlek tidak hanya sekadar upacara adat, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi etnis Tionghoa. Dalam artikel Grid.ID yang dirujuk, tarian barongsai merupakan bagian dari lima tradisi utama dalam merayakan Imlek. Tarian ini melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan, serta dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
“Sebenarnya, tarian barongsai adalah simbol kebersamaan dan harapan akan keberuntungan. Tapi, dalam kasus ini, kita harus lebih waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Budi.
Upaya Peningkatan Keamanan
Setelah kejadian tersebut, pengurus kelenteng berencana untuk meningkatkan pengawasan selama perayaan Imlek berikutnya. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:
- Membuat zona aman untuk penonton.
- Melibatkan lebih banyak petugas keamanan.
- Menyediakan rute alternatif bagi para penari barongsai agar tidak melewati kerumunan.
- Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak saat menyaksikan tarian.
Reaksi Masyarakat
Masyarakat sekitar Kelenteng Tjoe Hwie Kiong tampaknya memahami bahwa kejadian ini bukanlah niat buruk dari para penari. Mereka justru memberikan dukungan kepada pengurus kelenteng untuk terus menjaga tradisi tanpa mengorbankan keselamatan.
“Kami tetap akan hadir dan merayakan Imlek bersama. Tapi, kami berharap ada perbaikan dalam pengaturan acara,” ujar Siti, salah satu warga setempat.
Kesimpulan
Insiden terinjak saat tarian barongsai di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Meskipun perayaan Imlek adalah momen penuh kegembiraan, keselamatan dan keamanan harus tetap menjadi prioritas. Dengan kolaborasi antara pengurus kelenteng, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan perayaan Imlek berikutnya akan lebih lancar dan aman.





