KediriNews.com – Pada tanggal 31 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Papar akan merayakan tahun baru dengan cara unik dan khas, yaitu melalui kegiatan bakar jagung massal. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas hasil panen jagung, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar warga.
Tradisi bakar jagung massal di Kecamatan Papar bukanlah hal baru, namun semakin diminati setiap tahunnya. Acara ini biasanya digelar setelah masa panen jagung berakhir, sebagai bentuk apresiasi terhadap alam dan kerja keras para petani. Tahun ini, acara bakar jagung massal akan diselenggarakan di lapangan tengah desa, yang dipilih karena luasnya area tersebut sehingga dapat menampung ribuan peserta sekaligus.
“Acara ini merupakan bagian dari perayaan akhir tahun yang telah lama menjadi tradisi masyarakat kami,” ujar Kepala Desa setempat, Suryadi. “Selain untuk bersyukur, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya pertanian.”
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai acara bakar jagung massal di Kecamatan Papar:
- Waktu dan Lokasi: Acara akan berlangsung pada 31 Desember 2025, mulai pukul 16.00 hingga selesai, di Lapangan Desa Papar.
- Jumlah Jagung yang Dibakar: Sebanyak 10.000 biji jagung akan dibakar dalam satu kali sesi, dengan pembagian waktu agar semua peserta bisa ikut serta.
- Partisipasi Masyarakat: Seluruh warga Kecamatan Papar diundang untuk hadir dan ikut serta dalam prosesi pembakaran.
- Aktivitas Pendukung: Selain pembakaran jagung, ada juga pertunjukan kesenian lokal, pameran produk pertanian, dan berbagai permainan tradisional.
- Tujuan Acara: Selain untuk bersyukur atas hasil panen, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga kearifan lokal.

Seiring berkembangnya zaman, banyak tradisi lokal yang mulai tergerus oleh modernisasi. Namun, kegiatan bakar jagung massal di Kecamatan Papar tetap bertahan sebagai simbol kekayaan budaya dan keberlanjutan pertanian. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki rasa percaya diri terhadap potensi daerah mereka.
Menurut Ketua Kelompok Tani Setempat, Budi Santoso, acara ini juga menjadi sarana promosi produk pertanian lokal. “Dengan adanya acara seperti ini, hasil panen jagung bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, bahkan dari luar daerah,” katanya.

Selain itu, acara ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian. “Kami berharap dengan kegiatan ini, anak-anak muda bisa lebih peduli terhadap tanah air dan pertanian,” tambah Budi.
Tahun 2025 dipilih sebagai tahun pelaksanaan acara ini karena dianggap sebagai momen penting dalam perjalanan swasembada pangan nasional. Kehadiran acara bakar jagung massal di Kecamatan Papar menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap target pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pangan yang cukup dan berkelanjutan.
Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat tidak hanya sekadar merayakan tahun baru, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pengembangan pertanian dan perlindungan lingkungan. Semoga acara bakar jagung massal di Kecamatan Papar bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi tradisi serupa.
BakarJagungMassal #Papar2025 #TradisiTahunBaru #SwasembadaPangan #PertanianLokal
Sumber Berita:
– KediriNews.com
– Portal Berita Nasional (Contoh: Antara News)
– Laporan Resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri





