KediriNews.com – Perayaan Hari Pramuka ke-64 yang jatuh pada 14 Agustus 2025 di Kecamatan Ngancar, Jawa Timur, berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang menggambarkan semangat kepramukaan. Salah satu momen paling menonjol adalah api unggun yang diselenggarakan dalam rangkaian acara perkemahan Sabtu-Minggu. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan nilai-nilai kepramukaan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kesadaran akan pentingnya kolaborasi untuk membangun ketahanan bangsa.
“Api unggun adalah simbol kebersamaan dan semangat juang. Dalam suasana malam yang hangat, kita bisa saling berbagi cerita, belajar dari pengalaman, dan memperkuat ikatan antar anggota pramuka,” ujar salah satu pembina kepramukaan setempat, seperti dikutip dari sumber lokal.
Rangkaian Acara Perkemahan PRAMUKA
Perkemahan PRAMUKA di Kecamatan Ngancar dilaksanakan selama tiga hari, yaitu mulai dari tanggal 13 hingga 15 Agustus 2025. Acara ini diisi oleh berbagai kegiatan yang mencerminkan semangat Gerakan Pramuka, termasuk lomba baris-berbaris, pertunjukan seni, dan simulasi keterampilan kepramukaan. Namun, yang paling dinantikan adalah api unggun yang digelar pada malam hari, tepat sebelum acara utama dimulai.
Dalam acara tersebut, peserta berkumpul di sekitar api unggun sambil menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan menceritakan pengalaman mereka selama perkemahan. Selain itu, ada sesi diskusi tentang tema besar Hari Pramuka tahun ini, “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, yang menjadi fokus utama dalam semua kegiatan.
Pentingnya Kolaborasi dalam Kepramukaan
Tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” bukan hanya sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Di Kecamatan Ngancar, para peserta diajak untuk bekerja sama dalam berbagai lomba dan aktivitas, baik dalam kelompok maupun individu. Hal ini bertujuan untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya berasal dari satu pihak, tetapi dari kolaborasi antar komponen masyarakat,” kata Ketua Kwarcab Ngancar, Bapak Suryadi, saat memberikan amanat dalam upacara penutup.
Kegiatan Tambahan yang Menarik Minat Peserta
Selain acara utama, terdapat beberapa kegiatan tambahan yang menambah semarak perkemahan. Misalnya, ada lomba keterampilan seperti membuat tenda, memasak menggunakan alat sederhana, dan simulasi evakuasi bencana. Semua kegiatan ini dirancang agar peserta dapat memahami pentingnya kesiapan dan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan hidup.
Selain itu, ada juga sesi pameran hasil karya pramuka, seperti lukisan, foto, dan karya seni lainnya. Ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan memperkenalkan potensi yang dimiliki.
Dampak Positif Perkemahan bagi Komunitas
Perkemahan PRAMUKA tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Di Kecamatan Ngancar, banyak UMKM yang merasakan peningkatan omzet karena adanya acara ini. Penjual makanan ringan, minuman, dan perlengkapan kepramukaan ramai diburu oleh peserta dan pengunjung.
Selain itu, lokasi perkemahan juga menjadi tempat berkumpul bagi warga setempat, sehingga mempererat hubungan antara pramuka dan masyarakat. Bahkan, beberapa guru dan orang tua turut berpartisipasi dalam membantu persiapan acara.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Perayaan Hari Pramuka ke-64 di Kecamatan Ngancar telah menjadi contoh bagaimana kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif. Melalui acara seperti api unggun dan perkemahan, generasi muda diajak untuk lebih sadar akan peran mereka dalam membangun bangsa.
Harapan besar diucapkan kepada seluruh anggota pramuka agar semangat kolaborasi dan kebersamaan ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, nilai-nilai kepramukaan akan tetap hidup dan berkontribusi positif bagi Indonesia.





