KediriNews.com – Pada tanggal 15 September 2025, antrean truk gandeng yang mengangkut tebu berlangsung cukup panjang di depan Pabrik Gula Pesantren Baru, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri. Kejadian ini menunjukkan tingginya permintaan akan bahan baku gula, sekaligus menjadi indikator keberhasilan musim giling tahun ini. Antrean tersebut terlihat dari jalan masuk pabrik hingga ke area penyimpanan tebu, dengan ratusan truk yang siap memasuki pabrik untuk proses penggilingan.
“Pabrik Gula Pesantren Baru dalam beberapa bulan terakhir telah menerima pasokan tebu yang cukup stabil, sehingga produksi gula bisa berjalan lancar,” ujar General Manager PG Pesantren Baru, Jarot Rudi Wardoyo. Ia menjelaskan bahwa selama musim giling 2025, pabrik telah mampu mencapai target produksi yang ditetapkan, bahkan melampaui harapan awal. “Kami juga berterima kasih kepada para petani dan mitra pengangkut tebu yang bekerja sama dengan baik,” tambahnya.
- Kondisi Produksi yang Membaik
- Pabrik Gula Pesantren Baru berhasil memperbaiki kinerja produksinya setelah beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan seperti keterlambatan pasokan tebu dan perawatan mesin.
- Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, dalam kunjungan kerjanya pada Mei 2025 menyatakan bahwa kualitas tebu yang masuk ke pabrik cukup baik, dengan kategori Manis, Bersih, Segar (MBS).
-
“Kita tahu tantangannya tidak ringan, tetapi saya percaya dengan kerja keras, loyalitas, dan doa dari semua pihak, kita akan mampu melampauinya,” ujar Mahmudi saat itu.
-
Peran Petani dan Pengangkut Tebu
- Petani tebu di wilayah Kediri dan sekitarnya sangat berkontribusi dalam memastikan pasokan tebu yang cukup untuk pabrik gula.
- Para sopir truk pengangkut tebu juga turut serta dalam memperlancar proses distribusi. Dalam beberapa bulan terakhir, antrean truk gandeng di pabrik gula sering kali terjadi karena jumlah tebu yang masuk cukup besar.
-
“Kami optimis PG Pesantren Baru akan melampaui target yang sudah dicanangkan,” kata Jarot Rudi Wardoyo, General Manager PG Pesantren Baru.
-
Dukungan dari Pihak Terkait
- Selain petani dan pengangkut, pabrik gula juga mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga dan instansi terkait.
- Contohnya, KB Bank bersama PG Rajawali II dan MATA melakukan kerja sama strategis dalam pembiayaan pertanian tebu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan stabilitas harga gula di pasar.
- “Melalui kesepakatan ini, kami akan bekerja sama secara aktif dengan teknologi keuangan terdepan KB dan teknologi pertanian terdepan MATA untuk membangun ekosistem keuangan yang dioptimalkan untuk kebun tebu dan perusahaan produksi gula di Indonesia,” ujar CEO KB Bank Tom (Woo Yeol) Lee.

- Tantangan dan Harapan di Masa Depan
- Meski produksi gula terus meningkat, pabrik gula masih menghadapi tantangan seperti perawatan mesin dan pengelolaan limbah hasil penggilingan.
- Namun, dengan komitmen dari manajemen PT SGN dan dukungan dari pemerintah serta mitra, masa depan industri gula di Kediri tampak cerah.
-
“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, dan kami yakin musim giling tahun ini performa PG Pesantren Baru lebih baik dari musim lalu,” ujar Mahmudi.
-
Kesimpulan dan Tantangan Berikutnya
- Antrean truk gandeng di Pabrik Gula Pesantren Baru pada 15 September 2025 menunjukkan bahwa industri gula di Kediri semakin berkembang.
- Dengan kualitas tebu yang baik dan kerja sama yang baik antara petani, pengangkut, dan pabrik, produksi gula bisa terus meningkat.
- Namun, perlu ada perhatian lebih terhadap isu-isu lingkungan dan efisiensi operasional agar industri gula tetap berkelanjutan.



