KediriNews.com – Ratusan warga di Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, rela antre sejak pukul 03.00 pagi di GOR Jayabaya untuk mengikuti proses penukaran uang baru Bank Indonesia (BI) pada 15 Maret 2025. Antrean yang terbentuk di lokasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan perayaan Lebaran. “Saya sudah daftar online sebelumnya, tapi tetap antre karena ingin pastikan bisa dapat uang baru,” kata Siti Nurhasanah, salah satu warga yang antre sejak dini hari.
Penukaran uang baru kali ini dilakukan melalui layanan kas keliling BI, dengan jadwal penukaran yang dibagi dalam empat periode. Masyarakat yang ingin menukar uang harus mendaftar secara online melalui situs PINTAR BI di alamat https://pintar.bi.go.id. Proses pendaftaran ini dimaksudkan untuk memastikan distribusi uang yang merata dan mengurangi kepadatan di lokasi penukaran. Namun, beberapa warga mengaku tidak tahu atau belum mengikuti prosedur tersebut, sehingga tidak bisa melakukan penukaran.
“Sebenarnya saya juga ingin tukar uang, tapi karena tidak daftar online, jadi gagal. Tapi tidak masalah, saya tidak terlalu butuh,” ujar Erna, warga asal Kota Pasuruan yang ikut antre namun akhirnya tidak bisa mendapat uang baru.

Prosedur Penukaran Uang Baru BI 2025
Penukaran uang baru tahun 2025 berlangsung dari tanggal 3 hingga 27 Maret 2025. Berikut adalah rincian jadwal penukaran:
- Periode I: 3 Maret 2025 mulai pukul 12.00 WIB, untuk masa penukaran 4-9 Maret 2025
- Periode II: 9 Maret 2025 mulai pukul 09.00 WIB, untuk masa penukaran 10-16 Maret 2025
- Periode III: 16 Maret 2025 mulai pukul 09.00 WIB, untuk masa penukaran 17-23 Maret 2025
- Periode IV: 23 Maret 2025 mulai pukul 09.00 WIB, untuk masa penukaran 24-27 Maret 2025
Warga yang ingin melakukan penukaran harus membawa KTP asli serta bukti pemesanan yang diperoleh dari situs PINTAR BI. Selain itu, penukaran tidak dapat diwakilkan, sehingga setiap individu harus hadir sendiri.

Antusiasme Masyarakat dan Tantangan
Meski prosedur pendaftaran online telah diterapkan, banyak warga masih menghadapi kesulitan dalam mengakses situs PINTAR BI. Beberapa dari mereka mengeluhkan keterbatasan akses internet dan ketidakpahaman cara penggunaan aplikasi tersebut. Hal ini membuat sebagian warga terpaksa antre di lokasi penukaran tanpa memiliki bukti pemesanan.
“Saya datang dari Malang pagi-pagi agar bisa cepat dapat uang baru. Meskipun sudah daftar online, tetap saja antre,” ujar Wanda, warga asal Malang yang ikut antre di GOR Jayabaya.
Selain itu, sejumlah warga menginginkan adanya peningkatan jumlah mobil kas keliling agar lebih banyak orang bisa mendapatkan uang baru tanpa harus antre terlalu lama. “Kalau bisa ada tambahan mobil, akan lebih baik,” harap Nur Khoironi, warga Sidoarjo yang juga antre di lokasi tersebut.
Kesiapan BI dalam Menghadapi Penukaran Uang Baru
Bank Indonesia mengklaim bahwa layanan penukaran uang baru tahun 2025 dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Dengan sistem online, diharapkan antrian fisik dapat diminimalkan, serta distribusi uang baru menjadi lebih merata. Namun, tantangan utama tetap berada pada kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendaftaran online.
“Kami berharap masyarakat lebih memahami prosedur penukaran uang baru melalui situs PINTAR BI agar tidak mengalami kesulitan di lokasi,” ujar seorang petugas BI yang bertugas di GOR Jayabaya.
Kesimpulan
Penukaran uang baru BI tahun 2025 di GOR Jayabaya Kecamatan Mojoroto mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Lebaran. Meski terdapat tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur online, kegiatan ini tetap berjalan lancar berkat kesiapan petugas dan pengaturan jadwal yang terstruktur. Harapan besar diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk lebih memahami sistem penukaran uang baru melalui digital.





