KediriNews.com – Longsoran besar yang terjadi di kawasan pegunungan batu kapur di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengakibatkan akses wisata ke Kecamatan Semen terputus total. Peristiwa ini terjadi pada 4 Desember 2025, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
“Dari koordinatnya maupun dari video dan foto yang dikirim ke kami, kemungkinan (longsoran) ada di lokasi pertambangan semen,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Andi Risdianto, saat dihubungi Minggu malam.
Longsor Hantam Pemukiman, Tiga Rumah Terdampak
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan batu kapur tersebut diduga menjadi pemicu utama longsor. Material batu kapur berukuran besar dilaporkan meluncur dari tebing dan menghantam area pemukiman di bawahnya. Menurut data sementara BPBD Banyumas, tiga rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
“Tiga rumah warga rusak. Satu rusak berat, satu rusak sedang, dan satunya rusak ringan,” jelas Andi. Warga sekitar sempat panik saat mendengar suara gemuruh dari arah gunung. Sebagian warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Meski demikian, hingga Minggu malam belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BPBD Turunkan Tim ke Lokasi
Menanggapi laporan warga, BPBD Banyumas langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk memastikan titik longsor, kondisi terkini, serta potensi longsor susulan. Petugas juga berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak kepolisian guna mengamankan area sekitar.
“Untuk memastikan lokasi dan situasi kondisi terkini, tim sudah meluncur ke lokasi. Namun untuk laporan dari lapangan belum dapat kami terima,” kata Andi. Hingga Minggu malam, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan. Proses evakuasi warga terdampak juga dilakukan secara bertahap sambil menunggu hasil asesmen resmi dari BPBD Banyumas.
Peristiwa longsor di Ajibarang ini kembali menjadi peringatan akan tingginya potensi bencana di kawasan tambang, terutama pada musim hujan. Aktivitas pertambangan di lereng gunung batu kapur disebut dapat mempercepat proses pelapukan dan mengurangi kestabilan lereng, sehingga meningkatkan risiko longsor.
Warga Diminta Waspada
BPBD Banyumas mengimbau warga yang tinggal di sekitar area tambang dan perbukitan batu kapur agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan lebat dengan durasi panjang. Potensi pergerakan tanah di wilayah Ajibarang dan sekitarnya masih cukup tinggi mengingat struktur tanah dan batuannya yang mudah rapuh.
Meskipun lokasi longsor belum dipastikan secara detail, sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan tebing batu kapur setinggi puluhan meter runtuh dan menimbun sebagian area di bawahnya. Material longsoran berupa batu berukuran besar dan tanah bercampur lumpur juga terlihat menutup sebagian jalan akses menuju lokasi tambang.

Potensi Longsor Susulan
Kondisi cuaca di wilayah Banyumas bagian barat yang masih sering diguyur hujan menimbulkan kekhawatiran akan adanya longsor susulan. Tim BPBD terus bersiaga di sekitar lokasi guna melakukan langkah cepat jika terjadi pergerakan tanah lanjutan. Selain melakukan asesmen kerusakan, BPBD juga menyiapkan posko sementara bagi warga terdampak. Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat sementara dievakuasi ke tempat aman yang disiapkan di balai desa setempat.
Peristiwa longsor di Darmakradenan ini menambah daftar kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Tengah selama musim penghujan. Sebelumnya, sejumlah daerah di selatan Jawa juga dilanda longsor dan banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda sejak pertengahan Oktober.
Hingga Senin pagi, BPBD Banyumas dijadwalkan merilis laporan resmi terkait hasil verifikasi lapangan, termasuk penentuan titik longsor pasti, total kerusakan rumah warga, dan langkah mitigasi lanjutan yang akan dilakukan pemerintah daerah.
Longsor di kawasan tambang semen Ajibarang ini menjadi sorotan publik, terutama karena dugaan keterkaitan antara aktivitas industri ekstraktif dan bencana geologi di daerah pegunungan batu kapur. Pemerintah daerah diminta segera meninjau ulang aktivitas tambang di wilayah rawan longsor untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.




