KediriNews.com – Di tengah tren kuliner yang semakin inovatif, sebuah konsep unik kini sedang ramai dibicarakan di media sosial dan kalangan masyarakat. Warung makan dengan sistem “bayar doa” di Kecamatan Badas, Jawa Timur, menjadi viral setelah dikunjungi oleh banyak orang pada Jumat, 5 Desember 2025. Konsep ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda dari biasanya, di mana pelanggan tidak perlu membayar secara langsung, tetapi cukup memberikan doa atau kepercayaan kepada pemilik warung.
Konsep “bayar doa” ini menggabungkan antara kebaikan dan kepercayaan. Pengunjung diberi kebebasan untuk memilih hidangan yang ingin mereka santap, seperti nasi, lauk, atau minuman. Setelah selesai makan, mereka hanya perlu meninggalkan uang seikhlasnya atau bahkan tidak perlu membayar sama sekali. Namun, yang membuat konsep ini istimewa adalah adanya harapan bahwa pelanggan akan memberikan doa untuk kelancaran usaha dan kesejahteraan pemilik warung.
“Konsep ini kami ciptakan agar masyarakat bisa merasakan kebaikan tanpa harus terbebani oleh biaya,” kata salah satu pemilik warung, Siti Aminah, dalam wawancara dengan KediriNews.com. “Kami percaya bahwa doa itu lebih berharga daripada uang.”

Beberapa hal yang membuat konsep ini viral antara lain:
- Kepercayaan sebagai inti – Pemilik warung percaya bahwa masyarakat akan memenuhi tanggung jawabnya dengan memberikan doa atau uang sesuai kemampuan.
- Tidak ada tekanan finansial – Siapa pun bisa menikmati makanan tanpa khawatir akan biaya.
- Membangun komunitas – Warung ini menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat yang ingin berbagi kebaikan dan saling mendukung.
Warung ini juga menawarkan berbagai jenis makanan yang murah dan lezat, seperti nasi goreng, ayam bakar, sambal, dan lalapan. Harganya sangat terjangkau, sehingga cocok untuk berbagai kalangan masyarakat.

Selain itu, warung ini juga aktif dalam program sosial. Uang yang diterima digunakan untuk membeli bahan-bahan makanan dan juga untuk membantu warga yang kurang mampu. “Kami juga sering memberikan makanan gratis kepada anak-anak jalanan atau para penjaga warung yang tidak mampu,” tambah Siti Aminah.
Konsep ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para aktivis sosial dan komunitas lokal. “Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa,” ujar Rizal, seorang aktivis di daerah tersebut. “Semoga konsep ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.”
Warung makan bayar doa di Kecamatan Badas telah menjadi bukti bahwa kebaikan dan kepercayaan bisa menjadi dasar dari suatu usaha. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya bisa menikmati makanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih baik.




