Khamzat Chimaev Provokasi Pendukung Alex Pereira, UFC White House Jadi Panggung Pembuktian

Petarung kelas menengah, Khamzat Chimaev, melakukan provokasi terhadap pendukung Alex Pereira dengan mengajukan tantangan untuk tanding di UFC White House.

Khamzat sangat berambisi untuk naik ke kelas berat ringan UFC.

Juara kelas menengah itu langsung mengincar pertarungan sabuk lawan petarung asal Brasil, Alex Pereira.

Borz punya misi menjadi petarung terbaik menyamai keberhasilan Islam Makhachev dan Ilia Topuria.

Namun, tantangannya bertepuk sebelah tangan karena Pereira juga berhasrat untuk naik kelas.

Khamzat bahkan menyebut Pereira menghindar dari pertarungan dengannya.

“Semua orang tahu itu. UFC tahu itu, tetapi UFC tidak ingin memberikan orang ini kepadaku,” kata Chimaev dikutip dari ESPN.

“Dia (Pereira) bilang dia bisa bertarung dengan (Dricus) du Plessis.”

“Dia menerima pertarungan itu, tetapi sekarang dia bilang, ‘Oh, ini Khamzat, bukan pertarungan yang bagus untukku.'” tutur Chimaev.

Chimaev tidak menyerah begitu saja untuk menarik simpati Poatan, julukan Alex Pereira.

Lewat unggahan di media sosial Twitter, Chimaev melakukan provokasi terhadap pendukung Pereira.

Ia mengajak penggemar dari Brasil untuk mendorong Pereira menerima tawaran tersebut.

Borz menginginkan pertarungan sabuk itu digelar di UFC White House pada pertengahan tahun nanti.

“Ayo kita ke Gedung Putih. Jangan khawatir, aku akan menghabisimu dengan cepat (Alex Pereira),” ucap Chimaev dalam unggahannya pada Senin (12/1/2026).

“Semua penggemar Brasil katakan kepada anak ini, jika kamu tidak takut, suruh dia bertarung,” tambahnya.

Sayangnya lagi-lagi tantangan Chimaev tidak mendapat respons positif dari Poatan.

Pereira justru tidak tertarik untuk bertarung di panggung Gedung putih.

“Sepertinya Gedung Putih tidak bisa dikunjungi,” ucap Pereira sembari menyatakan foto dirinya dengan Dana White.

Pereira belakangan lebih tertarik untuk menantang mantan juara kelas berat, Jon Jones.

Poatan sepertinya juga mengincar dua gelar juara jika melihat keseriusannya tersebut.

Dengan mengalahkan Jones, Pereira bisa mengajukan tantangan terhadap Tom Aspinall sebagai pemegang sabuk kelas berat.

Pertarungan Alex Pereira Vs Jon Jones bisa saja digelar sebelum UFC White House.

Sebelum itu, Poatan harus menjawab tantangan Carlos Ulberg dari kelas berat ringan.

Petarung asal Selandia Baru itu sedang naik daun setelah tidak terkalahkan dalam sembilan pertarungan terakhir.

Ia baru saja mencatat kemenangan elegan atas Dominick Reyes di UFC Fight Night 260.

Sementara itu, Khamzat juga akan disibukkan dengan pertarungan perdananya sebagai pemegang sabuk di kelas menengah.

Borz belakangan dijodohkan dengan Nassourdine Imavov yang belum lama ini mengalahkan Caio Borralho di UFC Fight Night 258.

Akan tetapi, pertarungan itu baru bisa terwujud setelah Ramadan karena Chimaev masih dalam pemulihan.

“Jika UFC menginginkannya (pertarungan lawan Imavov), saya tidak akan pernah menolak,” ucap Khamzat.

“Jika orang itu (Imavov) menginginkannya, saya juga akan memberi tahu manajernya, saudara, jika Nassourdine menginginkannya, saya akan terbuka.”

“Jika dia mengatakan dia tidak bisa menunggu sampai saya naik kelas, saya akan menunggu. Saya tidak akan menolak.”

“Bagi saya, itu tidak masalah. Apa pun yang dia putuskan, UFC yang memutuskan, kita lihat saja nanti.”

“Ada banyak pilihan. Tetapi saya pasti ingin, satu pertarungan lagi, saya akan naik satu kelas berat lagi.”

“Satu pertarungan lagi dan saya ingin naik kelas berat berikutnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *