KediriNews.com – Kediri Siaga Bencana: FPRB Kabupaten Kediri Siapkan Pasukan Khusus di Akhir Tahun

Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam. Dalam rangka meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri telah menyiapkan pasukan khusus yang akan aktif di akhir tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat siap menghadapi berbagai jenis bencana.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Kediri sering dilanda cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan longsor. Untuk itu, FPRB Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan berbagai persiapan.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa FPRB merupakan mitra strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana. “Kami berharap dengan adanya FPRB, masyarakat Kediri akan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Dhito.

Kediri Siaga Bencana FPRB Kabupaten Kediri apel kesiapsiagaan

FPRB Kabupaten Kediri terdiri dari perwakilan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Selain itu, lembaga ini juga melibatkan relawan yang memiliki pengalaman dalam penanggulangan bencana.

Selama masa kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Kediri telah mendistribusikan peralatan seperti gergaji mesin ke masing-masing kecamatan. Alat ini digunakan untuk membersihkan pohon tumbang akibat angin kencang atau hujan deras. Selain itu, personel BPBD dan tim siaga desa juga diberi instruksi untuk siaga 24 jam.

Kediri Siaga Bencana FPRB Kabupaten Kediri distribusi peralatan

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, menjelaskan bahwa FPRB Kabupaten Kediri telah melakukan Mubes (Musyawarah Besar) untuk pemilihan ketua periode 2025-2029. Musyawarah ini dipimpin oleh Ketua FPRB yang lama, dr. Ari Purnomo Adi, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting.

“Kami berharap dengan kepemimpinan baru, FPRB dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya,” tambah Solikin.

Menurut data BPBD Kabupaten Kediri, wilayah lereng Gunung Wilis, seperti Kecamatan Tarokan, Banyakan, dan Grogol, berpotensi banjir, sementara Kecamatan Mojo rawan longsor. Oleh karena itu, masyarakat di daerah tersebut diminta untuk tetap waspada dan memantau prakiraan cuaca melalui akun Instagram resmi BPBD Kabupaten Kediri.

Pemkab Kediri juga telah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki potensi bencana hidrometeorologi. Dengan demikian, kesiapsiagaan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Kediri semakin siap menghadapi ancaman bencana. FPRB Kabupaten Kediri, bersama BPBD dan masyarakat, berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *