Kota Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa. Kali ini, Pemkot Kediri melalui Wali Kota Vinanda Prameswati, atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhito, mengumumkan rencana beasiswa yang akan mencakup pendidikan hingga tingkat S3 bagi mahasiswa Kediri yang ingin menjadi dosen.
Program beasiswa ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang secara akademis dan profesional. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam referensi yang tersedia, konsep beasiswa hingga S3 dapat menjadi bagian dari visi Pemkot Kediri untuk menjadikan Kota Kediri sebagai pusat pendidikan berkualitas.
Mas Dhito menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter. “Kami yakin pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.
Beasiswa Mitra MAPAN 2025 yang telah diumumkan sebelumnya merupakan langkah awal dalam upaya Pemkot Kediri untuk meningkatkan akses pendidikan. Program ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan SMK mitra, serta ditujukan khusus bagi warga Kota Kediri yang memiliki potensi akademis dan kebutuhan ekonomi.
Dalam konteks yang lebih luas, jika program beasiswa hingga S3 diterapkan, maka hal tersebut akan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap para calon dosen yang ingin mengembangkan ilmu mereka. Dengan demikian, Pemkot Kediri tidak hanya fokus pada penerimaan beasiswa, tetapi juga pada pengembangan karier akademis dan profesional.

Beasiswa Mitra MAPAN 2025 mencakup biaya SPP/UKT selama masa studi normal, yaitu 3 tahun untuk SMK dan D3, serta 4 tahun untuk S1 dan D4. Namun, biaya almamater dan wisuda tidak termasuk dalam pembiayaan. Selain itu, penerima beasiswa harus menjaga IPK minimal 3,25 setiap semester dan memilih jurusan dari daftar perguruan tinggi mitra yang telah bekerja sama dengan Pemkot Kediri.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi: https://beasiswamapan.kedirikota.go.id. Calon pendaftar wajib mengunggah dokumen seperti scan KK, KTP Kota Kediri, pas foto formal, dan bukti terdaftar DT-SEN. Selain itu, pemohon wajib menyetujui beberapa pernyataan, termasuk tidak menerima beasiswa lain, kesanggupan menyelesaikan pendidikan, serta pakta integritas.
Jadwal seleksi dimulai dengan sosialisasi pada 6–10 Agustus, dilanjutkan pendaftaran dan seleksi administrasi pada 11–13 Agustus. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada 15 Agustus, sementara seleksi wawancara dijadwalkan pada 19–20 Agustus. Pengumuman akhir akan disampaikan pada 22 Agustus.
![]()
Selain itu, beberapa perguruan tinggi memiliki persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh calon penerima beasiswa, dan informasi detailnya akan diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Kota Kediri. “Nanti bisa dilihat di pengumuman tentang persyaratan khusus. Di beberapa perguruan tinggi juga ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Silakan warga Kota Kediri untuk mendaftar,” kata Anang Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Dengan adanya rencana beasiswa hingga S3, Pemkot Kediri diharapkan dapat menciptakan lebih banyak dosen berkualitas yang berasal dari Kota Kediri. Hal ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pendidikan di wilayah tersebut, serta meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian di berbagai perguruan tinggi.
Mas Dhito dan jajaran Pemkot Kediri terus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap warga Kota Kediri memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan berkualitas. Dengan beasiswa hingga S3, Pemkot Kediri tidak hanya membantu masyarakat dalam mengakses pendidikan, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan yang lebih cerah.





