Dalam rangka memperkuat peran lembaga zakat nasional (Baznas) dalam mendorong kesejahteraan umat, Baznas Kabupaten Kediri terus berupaya meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS). Dengan capaian yang mengesankan pada tahun 2024, Baznas Kediri berhasil melampaui target sebesar 65 persen, bahkan mencapai Rp7,4 miliar dari target Rp4,5 miliar yang ditetapkan oleh Baznas Provinsi Jawa Timur.
Capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan Baznas Kediri dalam mengelola ZIS, tetapi juga menjadi dasar untuk merancang program prioritas di tahun 2025. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau lebih dikenal sebagai Mas Dhito, menyambut baik prestasi ini dan mendorong Baznas untuk membuat program yang lebih inovatif dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Program Baznas tahun 2025 harus bisa mengatasi masalah seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan,” ujarnya saat meninjau kinerja Baznas Kediri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Baznas dengan pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih program dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.
Strategi Pengelolaan ZIS yang Berkelanjutan
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Baznas Kediri adalah meningkatkan kapabilitas pengelolaan ZIS berbasis teknologi modern. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelayanan ZIS yang transparan, efektif, dan efisien. Dengan sistem digitalisasi, Baznas Kediri mampu mempercepat proses penghimpunan, distribusi, dan pelaporan ZIS kepada para donatur serta masyarakat.
Selain itu, Baznas Kediri juga berkomitmen untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan umum dan bukan ASN. Dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah desa, Baznas Kediri berupaya membangun ekosistem infak yang inklusif dan partisipatif.
Program Pemberdayaan yang Berdampak Langsung
Menurut Ketua Baznas Kabupaten Kediri, Iffatul Lathoif, target ZIS pada tahun 2025 adalah sebesar Rp4,6 miliar dengan skema penyaluran 60% untuk pemberdayaan dan 40% untuk konsumtif. Instruksi ini berasal dari Baznas RI, yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Program pemberdayaan yang akan diterapkan Baznas Kediri mencakup pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemberian modal usaha bagi mustahik. Selain itu, Baznas Kediri juga berencana mengembangkan program kesehatan dan pendidikan yang berkelanjutan, terutama untuk masyarakat yang kurang mampu.

Mendorong Sinergi dengan Stakeholder Zakat
Baznas Kediri juga aktif dalam mensinergikan potensi dan kekuatan para pemangku kepentingan (stakeholder) zakat, infaq, dan shodaqoh. Dengan kolaborasi yang kuat, Baznas Kediri berharap dapat memperluas jangkauan dan dampak program yang diberikan.
Salah satu contoh sinergi yang telah terwujud adalah kerja sama dengan pemerintah daerah dalam membantu tenaga pendidik seperti guru madrasah dan marbot masjid. Dengan adanya program ini, Baznas Kediri mampu memberikan perlindungan sosial yang lebih luas, terutama bagi mereka yang belum tercover oleh program pemerintah.

Kesimpulan
Dengan berbagai inovasi dan strategi yang telah diterapkan, Baznas Kabupaten Kediri terbukti menjadi motor utama dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program yang berdampak langsung. Capaian yang diraih pada tahun 2024 menjadi fondasi kuat untuk menjalani tahun 2025 dengan harapan yang lebih besar.
Melalui pengelolaan ZIS yang transparan, pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, dan sinergi dengan stakeholder, Baznas Kediri tidak hanya menjadi lembaga zakat yang profesional, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata untuk kemajuan daerah. Dengan semangat yang sama, Baznas Kediri akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memperluas dampak programnya di tengah masyarakat.





