KediriNews.com – Mas Dhito Ajak Pemuda Kediri Bertani dengan Teknologi pada 17 Desember 2025

Pemerintah Kabupaten Kediri, yang dipimpin oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab dikenal sebagai Mas Dhito, terus berupaya memajukan sektor pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam bertani dengan bantuan teknologi canggih.

Dalam rangka memperkuat komitmen tersebut, Mas Dhito akan menggelar acara khusus pada 17 Desember 2025, yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi pemuda Kediri untuk belajar dan mengaplikasikan teknologi pertanian. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dunia pertanian, yang selama ini dianggap kurang menarik karena tantangan regenerasi petani.

Pemuda Kediri mengikuti pelatihan teknologi pertanian

Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Kediri, sekitar 70 persen petani di daerah ini memiliki usia di atas 45 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada kehadiran generasi muda. Oleh karena itu, Mas Dhito dan jajaran pemerintah setempat berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dan teknologi sebagai alat tarik bagi para pemuda.

Salah satu contoh inovasi yang telah diterapkan adalah smartfarming menggunakan teknologi IOT (Internet of Things). Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok tani muda seperti Kelompok Tani Muda Melo Hydro di Desa Ngadiluwih telah berhasil mengembangkan melon dengan metode bertani modern. Selain itu, mereka juga menerapkan teknik unik seperti “sonic bloom” dengan memainkan musik klasik dan jazz untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Pemuda Kediri menggunakan teknologi pertanian

Mas Dhito menyatakan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan edukasi tentang teknologi pertanian, budidaya tanaman pangan, serta varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lokal. Dengan demikian, petani muda dapat memilih varietas yang tepat dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka.

Selain itu, acara ini juga akan melibatkan 41 perusahaan nasional yang bergerak di bidang pembenihan, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Para peserta akan diberikan kesempatan untuk mengenal dan mencoba berbagai teknologi terkini yang bisa digunakan dalam bertani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya sedang membina lima kelompok tani milenial yang potensinya telah teridentifikasi. Proses pendampingan yang dilakukan mencakup pemberian dana stimulus, pembinaan, pelatihan, serta dukungan pemasaran. Tujuannya adalah agar para pemuda ini tidak hanya sukses dalam bertani, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis pertanian yang berkelanjutan.

Mas Dhito juga menekankan pentingnya pengembangan pertanian berkelanjutan. Menurutnya, teknologi harus digunakan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.

Dengan adanya acara pada 17 Desember 2025, diharapkan semangat generasi muda untuk bertani akan semakin kuat. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memajukan sektor pertanian Kediri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *