Kota Kediri kembali menjadi perhatian setelah aparat gabungan dari Polres Kediri Kota, Subdenpom V/2-2 Kediri, serta Dinas Perhubungan melakukan operasi Cipta Kondisi Harkamtibmas. Operasi ini digelar pada Sabtu malam (18/12/2025) hingga dini hari Minggu (19/12/2025), dengan fokus utama pada pengawasan terhadap aktivitas di kos-kosan serta penertiban lalu lintas.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Iwan Setyo Budhi, dilakukan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan wilayah, menertibkan lalu lintas, serta mengantisipasi aksi balap liar dan trek-trekan yang kerap meresahkan masyarakat. Namun, dalam operasi kali ini, petugas juga menyasar aktivitas di kos-kosan yang diduga menjadi tempat berkumpulnya pasangan di bawah umur.

Selama operasi berlangsung, aparat menghentikan sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas. Surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK diperiksa satu per satu. Bagasi mobil pun tidak luput dari pemeriksaan. Sementara itu, untuk truk yang melintas, petugas memastikan kelayakan uji KIR sesuai aturan.
Namun, yang menjadi sorotan utama dalam operasi ini adalah pengamanan pasangan di bawah umur yang diduga tinggal di kos-kosan. Petugas berhasil menemukan sejumlah pasangan yang belum mencapai usia 18 tahun. Mereka kemudian diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Ibrahim Saputra, melalui Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, menegaskan bahwa operasi ini adalah wujud nyata sinergi TNI, Polri, dan instansi terkait dalam menjaga keamanan Kota Kediri.
“Kami ingin masyarakat merasa aman, tertib, dan nyaman dalam beraktivitas. Kondusifitas Kota Kediri adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Meski operasi berlangsung tegas, petugas tetap mengedepankan sisi humanis. Setiap kalimat disampaikan tanpa nada menggurui, melainkan lebih pada ajakan persuasif agar pengendara sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
Operasi seperti ini dipastikan akan rutin digelar demi terciptanya Kota Kediri yang aman, tertib, dan bebas gangguan kamtibmas. Selain itu, keberhasilan operasi ini juga menjadi bentuk komitmen aparat dalam menjaga norma dan nilai-nilai sosial yang baik di tengah masyarakat.
Sebagai informasi tambahan, kejadian serupa juga pernah terjadi di daerah lain, seperti di Blitar, di mana dua pelajar di bawah umur ditangkap karena diduga terlibat pembuangan bayi. Hal ini menunjukkan bahwa masalah sosial seperti ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, namun menjadi tantangan bersama bagi pihak berwajib untuk segera menangani secara efektif dan tegas.





