KediriNews.com – Pada 20 Februari 2025, masyarakat Kecamatan Pesantren akan diundang untuk merasakan keunikan dari hidangan es cendol dawet yang terdiri dari gula merah dan santan hijau. Rasa manis dari gula aren dan kekayaan santan yang segar membuat minuman ini menjadi favorit banyak orang, terutama saat cuaca panas.
“Es cendol dawet dengan santan hijau adalah salah satu hidangan khas yang bisa dinikmati kapan saja, terutama saat musim kemarau,” ujar Ibu Siti, seorang warga setempat yang sering menyajikan hidangan ini di acara keluarga. “Rasanya sangat segar dan menggugah selera.”
- Sejarah dan Tradisi Es Cendol Dawet
Es cendol dawet memiliki akar yang dalam dalam budaya Jawa. Minuman ini biasanya dibuat dengan bahan-bahan sederhana seperti cendol, gula merah, santan, dan air daun pandan. Dalam beberapa daerah, seperti Banjarnegara dan Purworejo, variasi es dawet juga berbeda, mulai dari dawet ayu hingga dawet ireng. Namun, di Kecamatan Pesantren, es cendol dawet dengan santan hijau menjadi pilihan utama.
-
Cara Membuat Es Cendol Dawet Gula Merah Santan Hijau
Untuk membuat es cendol dawet gula merah santan hijau, Anda hanya membutuhkan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Berikut langkah-langkahnya: -
Siapkan dawet atau cendol siap pakai.
- Masak campuran air gula aren, gula pasir, dan daun pandan hingga mendidih, lalu saring.
- Tambahkan santan segar ke dalam campuran tersebut.
- Dinginkan campuran tersebut di dalam kulkas.
- Saat disajikan, masukkan es batu secukupnya dan aduk rata.
Dengan cara ini, Anda dapat menikmati es cendol dawet gula merah santan hijau di rumah tanpa perlu repot-repot pergi ke tempat penjual.
- Peran Pesantren dalam Menyebarkan Budaya Kuliner
Pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi tempat penyebaran budaya lokal. Di Kecamatan Pesantren, para santri dan pengasuh sering kali ikut serta dalam memperkenalkan hidangan-hidangan tradisional seperti es cendol dawet. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya dan pengenalan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.
Menurut Ustadz Ahmad, seorang pengajar di Pondok Pesantren Khas Kempek, “Es cendol dawet adalah simbol dari kebersamaan dan kerja sama. Kami percaya bahwa melalui makanan, kita bisa menjaga tradisi dan memperkuat hubungan antar sesama.”

- Acara Khusus pada 20 Februari 2025
Pada tanggal 20 Februari 2025, Kecamatan Pesantren akan menggelar acara khusus yang bertujuan untuk memperkenalkan es cendol dawet gula merah santan hijau kepada masyarakat luas. Acara ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, santri, dan pengusaha kuliner lokal. Selain itu, ada juga kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba hidangan ini secara gratis.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi awal dari sebuah inisiatif untuk melestarikan hidangan tradisional dan memberikan peluang ekonomi bagi para pengrajin lokal,” ujar Ketua Panitia Acara, Bapak Arif.
- Keistimewaan Es Cendol Dawet Gula Merah Santan Hijau
Es cendol dawet gula merah santan hijau memiliki rasa yang unik dan segar. Perpaduan antara manisnya gula merah, gurihnya santan, dan kenyalnya cendol membuat hidangan ini sangat diminati. Selain itu, warna hijau dari daun pandan menambah daya tarik visual dari minuman ini.
Selain rasanya yang lezat, es cendol dawet juga memiliki kandungan nutrisi yang baik. Santan memberikan energi tambahan, sedangkan gula merah kaya akan zat besi dan mineral lainnya. Oleh karena itu, minuman ini tidak hanya enak, tetapi juga bergizi.

Hashtag: #EsCendolDawet #GulaMerahSantanHijau #KecamatanPesantren #MakananTradisional #RasanyaUnik



