Perayaan Getuk Lindri di Kecamatan Ngadiluwih Tanggal 10 April 2025: Tradisi Singkong Manis Garis Garis

0
fromandroid-1ab0368371b78b497f58ed926f0b4e96.jpg

KediriNews.com – Pada tanggal 10 April 2025, masyarakat Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan merayakan tradisi unik yang dikenal dengan nama Getuk Lindri. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kerja sama antar warga. Dalam perayaan tersebut, masyarakat akan menghidupkan kembali tradisi pengolahan singkong menjadi getuk lindri yang terkenal dengan bentuk garis-garisnya.

Getuk Lindri adalah salah satu jenis getuk yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nama “Lindri” sendiri berasal dari alat penggulung yang digunakan dalam proses pembuatan getuk. Proses pembuatannya melibatkan singkong yang dikukus, ditumbuk hingga halus, kemudian dicampur dengan gula merah, pewarna makanan, dan parutan kelapa. Hasil akhirnya berbentuk segi panjang dengan garis-garis yang menyerupai pita.

“Dalam tradisi ini, kami tidak hanya memasak getuk, tapi juga melestarikan warisan leluhur,” ujar Siti Aminah, salah seorang tokoh masyarakat Ngadiluwih. “Kami ingin anak-anak generasi mendatang tahu bahwa kita punya budaya yang indah.”

Sejarah dan Filosofi Getuk Lindri

Getuk Lindri memiliki sejarah yang cukup panjang. Menurut beberapa sumber, makanan ini pertama kali ditemukan pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, singkong menjadi bahan alternatif untuk menggantikan beras yang langka. Masyarakat mulai mengolah singkong menjadi makanan ringan yang disebut getuk. Dari sana, getuk lindri berkembang menjadi makanan khas yang memiliki nilai filosofis.

Menurut masyarakat Jawa, getuk lindri merupakan simbol kesederhanaan. Bahan utamanya hanya singkong, yang pada masa lalu digunakan sebagai pengganti beras. Namun, meski terlihat sederhana, getuk lindri memiliki rasa yang manis dan gurih, serta tekstur yang lembut. Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

Perayaan Getuk Lindri di Ngadiluwih

Pada perayaan tahun 2025, masyarakat Ngadiluwih akan melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan getuk lindri. Salah satunya adalah ritual “Gerebek Getuk”, yaitu saat warga saling membagikan getuk kepada penduduk lainnya. Aktivitas ini dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan.

Selain itu, ada juga lomba membuat getuk lindri yang diikuti oleh anak-anak dan remaja. Lomba ini bertujuan untuk mengajarkan cara membuat getuk secara tradisional, serta memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal.

Berikut adalah beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan:

  1. Pembukaan Acara
  2. Pengukuhan para peserta lomba
  3. Pembacaan doa dan penghormatan terhadap leluhur

  4. Lomba Membuat Getuk Lindri

  5. Peserta diberi waktu selama 3 jam untuk membuat getuk lindri sesuai dengan resep tradisional
  6. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tokoh masyarakat dan ahli kuliner

  7. Pameran Getuk Lindri

  8. Berbagai variasi getuk lindri dipamerkan, termasuk yang menggunakan bahan tambahan seperti pisang atau ubi
  9. Pengunjung bisa mencicipi dan membeli getuk lindri yang telah dibuat

  10. Pembagian Hadiah dan Penutupan

  11. Pemenang lomba akan diberi hadiah berupa uang tunai dan sertifikat
  12. Acara ditutup dengan tarian tradisional dan lagu-lagu khas Jawa

Keunikan Getuk Lindri di Ngadiluwih

Meskipun getuk lindri umumnya dikenal sebagai makanan khas Magelang, di Ngadiluwih, getuk lindri memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah adonan yang lebih lembut dan rasa yang lebih manis. Hal ini disebabkan oleh penggunaan gula aren yang lebih banyak dibandingkan daerah lain.

Selain itu, dalam perayaan tahun ini, masyarakat Ngadiluwih juga akan memperkenalkan varian baru dari getuk lindri, yaitu getuk lindri rasa durian dan mangga. Varian ini diharapkan dapat menarik minat kalangan muda yang lebih suka rasa yang berbeda.

Kesimpulan

Perayaan Getuk Lindri di Kecamatan Ngadiluwih pada 10 April 2025 bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya. Melalui perayaan ini, masyarakat tidak hanya memperingati tradisi leluhur, tetapi juga menunjukkan kekayaan budaya yang ada di wilayah mereka. Dengan demikian, getuk lindri tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol persatuan dan kebersamaan.



Proses Pembuatan Getuk Lindri di Pasar Tradisional

Warga Ngadiluwih Merayakan Getuk Lindri

GetukLindri #Ngadiluwih #TradisiJawa #CulinaryCulture #FestivalMakanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *