KediriNews.com – Pada hari Selasa, 2 Februari 2025, warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengalami kejadian luar biasa ketika hujan es sebesar kelereng menghancurkan atap galvalum beberapa rumah. Fenomena langka ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, memicu kepanikan dan kerusakan yang cukup parah pada struktur bangunan.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa suara gemericik es yang jatuh dari langit membuat mereka terkejut. “Saya baru saja pulang dari pasar, tiba-tiba langsung ada hujan es yang sangat keras. Saya langsung berlindung di bawah atap rumah,” ujar Budi, salah satu warga setempat.
-
Fenomena Langka dengan Dampak Nyata
Hujan es yang terjadi di Kecamatan Pare bukanlah fenomena yang sering terjadi. Berdasarkan pengamatan para ahli meteorologi, kondisi cuaca ekstrem seperti ini bisa muncul akibat perbedaan suhu yang signifikan antara lapisan atmosfer atas dan bawah. Dalam kasus ini, udara dingin yang membeku di lapisan tinggi bertemu dengan udara hangat di permukaan bumi, sehingga membentuk butiran es yang jatuh ke bawah. -
Rusaknya Struktur Bangunan
Atap galvalum, yang umumnya digunakan untuk bangunan sederhana karena ringannya, tidak mampu menahan tekanan dari hujan es yang cukup besar. Beberapa atap rusak parah, bahkan ada yang bolong. “Atap saya sampai sobek, dan air hujan langsung masuk ke dalam rumah,” tambah Siti, warga lainnya. -
Peran Cuaca Ekstrem dalam Perubahan Iklim
Meski masih diperlukan analisis lebih lanjut, fenomena hujan es ini menjadi indikasi bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi pola cuaca secara drastis. Menurut pakar iklim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), perubahan suhu global dapat meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem seperti ini. “Cuaca yang tidak menentu semakin sering terjadi, dan kita harus siap menghadapinya,” ujarnya. -
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Akibat kerusakan yang terjadi, warga meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap struktur bangunan yang rentan terhadap cuaca ekstrem. “Kita harap pemerintah bisa memberi bantuan untuk memperbaiki atap yang rusak dan juga memberikan edukasi tentang cara menghadapi cuaca buruk,” kata Ketua RT setempat. -
Kesiapan Masyarakat Menghadapi Cuaca Ekstrem
Untuk mengurangi risiko kerusakan, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. Hal ini termasuk memperkuat struktur bangunan dan memiliki rencana darurat jika terjadi bencana alam. “Kita harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang lagi,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

![]()
Hashtag: #HujanEs #PareKediri #CuacaEkstrem #BencanaAlam #KesiapanMasyarakat



