KediriNews.com – Pada 5 November 2025, atlet panjat tebing di Kabupaten Kediri akan melakukan latihan intensif di dinding buatan yang terdapat di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Mojoroto. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju kompetisi nasional dan internasional, serta untuk meningkatkan kualitas atlet lokal. Sebagai salah satu bentuk investasi olahraga, pembangunan dinding buatan ini diharapkan mampu memberikan fasilitas yang memadai bagi pengembangan cabang olahraga panjat tebing di wilayah Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, Ketua Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kediri, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pembangunan dinding buatan di GOR Mojoroto dilakukan dengan konsep modern dan sesuai standar internasional. “Dinding ini dirancang agar bisa digunakan oleh atlet baik dalam latihan rutin maupun persiapan kompetisi,” ujar Budi. Ia menambahkan, keberadaan dinding buatan ini juga menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing.
- Pembangunan Dinding Buatan
- Dinding buatan dibangun dengan bantuan pemerintah daerah dan dana hibah dari berbagai sponsor.
- Fasilitas ini dilengkapi dengan sistem pencahayaan yang memadai dan lantai anti-selip.
-
Dinding memiliki tinggi sekitar 12 meter, cocok untuk berbagai jenis latihan.
-
Manfaat bagi Atlet Lokal
- Dinding buatan menjadi sarana latihan yang lebih aman dan efektif dibandingkan menggunakan dinding alami.
- Pelatih dapat merancang program latihan yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi.
-
Ketersediaan fasilitas ini juga memudahkan pelaksanaan seleksi atlet untuk kompetisi tingkat nasional.
-
Kesiapan Kompetisi Nasional
- Dengan adanya dinding buatan, atlet Kediri semakin siap mengikuti even nasional seperti Kejurda dan Kejurnas.
- Pembangunan ini juga menjadi indikator bahwa panjat tebing mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.
- Banyak atlet muda dari Kediri telah menunjukkan potensi luar biasa dalam berbagai kompetisi regional.
Sementara itu, pelatih panjat tebing asal Kediri, Rizki Prasetyo, menyambut baik kehadiran dinding buatan tersebut. “Ini sangat membantu kami dalam melatih atlet-atlet muda. Mereka bisa belajar teknik dan strategi secara lebih optimal,” katanya. Menurut Rizki, dinding buatan ini juga bisa menjadi tempat pelatihan khusus untuk atlet yang ingin berkompetisi di tingkat nasional atau bahkan internasional.
Selain itu, dinding buatan ini juga akan digunakan sebagai pusat pelatihan bagi pelatih-pelatih baru. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang panjat tebing, sehingga nantinya bisa menciptakan pelatih berkualitas yang mampu membimbing atlet berprestasi.

Sejumlah atlet muda dari Kediri telah mengikuti latihan perdana di dinding buatan tersebut. Salah satunya adalah Putri Salsabilla, atlet usia 16 tahun yang sudah menorehkan prestasi di tingkat regional. “Latihan di dinding buatan ini sangat menyenangkan. Saya merasa lebih percaya diri karena fasilitasnya lengkap dan nyaman,” ujarnya.
Menurut data dari FPTI Kediri, jumlah atlet panjat tebing di wilayah ini terus meningkat setiap tahun. Hal ini didorong oleh minat masyarakat yang semakin besar terhadap olahraga ini, terutama setelah keberhasilan atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024. “Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas olahraga kita,” tambah Budi Santoso.

Dalam rangka memperkuat basis atlet panjat tebing, pemerintah kabupaten Kediri juga berencana menggelar even lokal seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan turnamen antar sekolah. Tujuannya adalah untuk mencari bakat-bakat muda yang potensial dan memberikan wadah bagi mereka untuk berkembang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kediri, Dian Setiawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan dinding buatan tersebut. “Kami berharap dinding ini bisa menjadi salah satu ikon olahraga di Kediri dan menjadi tempat berkumpulnya atlet-atlet berbakat,” ujarnya.
Kehadiran dinding buatan di GOR Mojoroto juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata olahraga di Kediri. Dengan fasilitas yang memadai, para atlet dari luar daerah bisa datang untuk berlatih dan bersaing. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Di samping itu, keberadaan dinding buatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur olahraga yang lebih baik. Dengan demikian, Kediri tidak hanya menjadi pusat pertanian dan industri, tetapi juga bisa menjadi sentra olahraga khususnya panjat tebing.
Dalam waktu dekat, dinding buatan ini akan diresmikan secara resmi oleh Bupati Kediri. Acara peresmian akan diiringi dengan pertunjukan latihan oleh atlet-atlet lokal dan undangan dari berbagai komunitas olahraga di Jawa Timur.
#PanjatTebing #Kediri #GORMojoroto #OlahragaIndonesia #AtletMuda





