KediriNews.com – Di tengah keramaian kegiatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pesantren, sebuah perayaan unik akan digelar pada 15 Mei 2025. Acara yang diberi nama “TEKWAN KUAH!” ini akan menampilkan hidangan khas Palembang yang kini semakin populer, yaitu sup ikan bengkoang segar. Dengan menggabungkan tradisi kuliner dan inovasi modern, acara ini diharapkan menjadi ajang promosi wisata kuliner sekaligus memperkuat identitas lokal.
Tekwan, yang biasanya terdiri dari bola-bola ikan dan berbagai isian dalam kaldu, kini diadaptasi dengan bengkoang sebagai bahan utama. “Bengkoang memberikan tekstur renyah yang kontras dengan lembutnya bola ikan,” ujar Siti Nurul, salah satu pengusaha lokal yang ikut serta dalam acara ini. “Ini adalah cara baru untuk menjadikan tekwan lebih segar dan sehat.”
Berikut beberapa hal yang membuat acara “TEKWAN KUAH!” menjadi spesial:
-
Resep Khas dengan Bahan Lokal
Hidangan yang disajikan menggunakan bengkoang segar dari hasil pertanian setempat. Selain itu, bumbu-bumbu seperti bawang putih, garam, dan merica dipilih secara alami untuk menjaga rasa autentik. -
Pembuatan yang Mudah dan Menyenangkan
Masyarakat diundang untuk ikut serta dalam proses pembuatan tekwan. Ini bukan hanya sekadar acara kuliner, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan mempererat hubungan antar komunitas. -
Penggunaan Kaldu Udang yang Gurih
Kaldu udang menjadi ciri khas tekwan. Untuk meningkatkan rasa, bahan-bahan seperti ebi dan jamur kuping ditambahkan agar kuah semakin kaya cita rasa. -
Penyajian yang Menarik
Tekwan disajikan dalam mangkuk kayu tradisional dengan pelengkap seperti daun bawang, seledri, dan sambal rawit. Tampilan yang menarik ini membuat hidangan lebih menonjol. -
Dukungan Pemerintah Setempat
Pemerintah Kecamatan Pesantren mendukung penuh acara ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pariwisata kuliner. Bahkan, ada rencana untuk mengadakan acara serupa setiap tahun.

Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh para chef lokal dan ahli kuliner yang akan memberikan tips dan trik dalam memasak tekwan. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa tekwan tidak hanya enak, tetapi juga mudah dibuat,” tambah Arifin, salah satu chef yang turut serta.
Sementara itu, para pengunjung akan diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai varian tekwan, termasuk yang menggunakan bengkoang. “Bengkoang memberikan rasa segar dan tekstur yang berbeda dari biasanya,” jelas Amin, pengunjung yang sudah mencoba hidangan tersebut.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, jumlah pengunjung yang datang ke Kecamatan Pesantren meningkat sebesar 30% dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata kuliner di wilayah ini sangat besar.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang acara “TEKWAN KUAH!”, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi pemerintah Kecamatan Pesantren atau mengikuti akun media sosial mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidangan yang menggabungkan elemen lokal dan inovasi memiliki daya tarik tinggi, terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, acara ini diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam mengembangkan pariwisata kuliner berbasis komunitas.



