Dinkes Sidak Kualitas Air di Kecamatan Mojoroto pada 3 Desember 2025: Ini Hasilnya!
KediriNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri melakukan sidak kualitas air di beberapa depot air isi ulang di Kecamatan Mojoroto, Jawa Timur, pada 3 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa air yang disediakan oleh depot tersebut layak konsumsi dan sesuai standar kesehatan.
“Kami melakukan inspeksi berkala untuk memastikan kebersihan dan kualitas air yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Rina Wijayanti, dalam pernyataannya. “Tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan masyarakat dari potensi risiko penyakit akibat minum air yang tidak layak.”
Sidak ini dilakukan secara mendadak dan mengunjungi sejumlah depot air isi ulang yang berada di wilayah Mojoroto. Tim Dinkes mengecek kondisi tangki penampungan, proses pengisian, serta ketersediaan sertifikat uji laboratorium dari depot tersebut.
Adapun beberapa hal yang menjadi fokus pengecekan antara lain:
-
Kebersihan alat pengisian air
Tim Dinkes memeriksa apakah alat pengisian air dalam kondisi bersih dan tidak terkontaminasi. -
Ketersediaan sertifikat uji kualitas air
Setiap depot wajib memiliki dokumen uji laboratorium yang menunjukkan bahwa air yang dijual telah memenuhi standar kesehatan. -
Kondisi lingkungan sekitar depot
Dinkes juga mengecek apakah lingkungan sekitar depot dalam keadaan bersih dan bebas dari limbah atau sampah yang dapat mengganggu kualitas air. -
Pengelolaan air dari sumber hulu
Tim meninjau sumber air yang digunakan depot, termasuk apakah air berasal dari sumber yang aman dan tidak tercemar.
Hasil sidak menunjukkan bahwa sebagian besar depot air isi ulang di Kecamatan Mojoroto sudah memenuhi standar kesehatan. Namun, beberapa depot ditemukan memiliki kekurangan, seperti kurangnya pemeliharaan alat pengisian dan belum adanya sertifikat uji kualitas air.
“Ada tiga depot yang kami temukan belum lengkap dokumennya. Kami memberikan surat peringatan dan meminta mereka segera melengkapi persyaratan tersebut,” tambah dr. Rina.

Selain itu, Dinkes juga memberikan edukasi kepada pemilik depot tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas air. Mereka diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan dan mengajukan uji laboratorium secara berkala.
“Air minum yang tidak layak bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, demam tifoid, dan infeksi saluran pencernaan. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada,” ujar dr. Rina.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Mereka turut serta dalam memantau kualitas air dan memberikan rekomendasi jika diperlukan.
![]()
Masyarakat di Kecamatan Mojoroto diharapkan tetap waspada dan memilih depot air isi ulang yang terpercaya. Selain itu, mereka juga diimbau untuk memperhatikan kondisi air yang dibeli, seperti warna, bau, dan rasa, agar tidak terkena dampak negatif dari air yang tidak layak.
Menurut data Dinkes, selama tahun 2025, terdapat beberapa laporan kasus gangguan kesehatan akibat minum air yang tidak layak. Hal ini menjadi alasan utama dilakukannya sidak berkala seperti ini.
Dinkes juga akan terus melakukan inspeksi serupa di wilayah lain di Kabupaten Kediri. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat, khususnya dalam hal konsumsi air minum.
#DepotAirIsiUlang #KualitasAir #DinkesKediri #Mojoroto #KesehatanMasyarakat