Jalan Raya Pare-Kandangan Macet: Perbaikan Jembatan di Kecamatan Kandangan Tahun 2025 Sebabkan Antrean 3 KM

KediriNews.com – Pada 5 Desember 2025, jalan raya Pare-Kandangan di Kabupaten Kediri mengalami kemacetan parah akibat proses perbaikan jembatan di Kecamatan Kandangan. Antrean kendaraan mencapai sepanjang 3 kilometer, yang memicu keluhan dari pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Perbaikan jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang sering mengalami kerusakan.

“Kemacetan terjadi karena jalur jembatan ditutup sementara selama pengerjaan. Ini sangat mengganggu arus lalu lintas,” ujar Budi, warga Kandangan yang sering melintasi jalan tersebut.

Perbaikan jembatan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri dengan dana sebesar Rp12,7 miliar. Proses pengerjaan berlangsung selama tiga minggu, mulai tanggal 3 hingga 28 Desember 2025. Namun, dampaknya terasa lebih lama karena antrean yang terbentuk tidak hanya saat pengerjaan, tetapi juga setelah jembatan selesai diperbaiki.

Alasan Kemacetan

Berdasarkan analisis dari penelitian terbaru, jalan raya Pare-Kandangan termasuk dalam wilayah yang memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi. Hal ini didasarkan pada Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) yang digunakan sebagai pedoman evaluasi kondisi jalan. Menurut data dari Fany (2024), jalan Pare-Kandangan memiliki IKP di bawah standar ideal, yaitu sekitar 65, sehingga membutuhkan perawatan intensif.

“Jalan ini sudah cukup lama tidak diperbaiki, dan kondisinya semakin memburuk. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh,” jelas salah satu pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Kediri.

Selain itu, kepadatan lalu lintas juga menjadi faktor utama kemacetan. Jalan raya Pare-Kandangan merupakan jalur utama yang menghubungkan dua kota besar, yaitu Pare dan Kandangan. Selain itu, jalan ini juga dilewati oleh banyak angkutan barang dan mobil pribadi yang berangkat atau pulang dari pasar tradisional dan pusat industri.

Solusi yang Diterapkan

Dalam rangka mengurangi dampak kemacetan, pihak Dinas PUPR telah menyiapkan beberapa solusi. Pertama, mereka membagikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial dan papan pengumuman di sekitar lokasi proyek. Kedua, mereka menyiapkan rute alternatif untuk kendaraan yang ingin melewati area tersebut.

“Kami juga meminta masyarakat untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah,” tambah pejabat tersebut.

Namun, meski ada upaya mitigasi, antrean kendaraan tetap terjadi karena jumlah pengguna jalan yang sangat besar. Terlebih lagi, saat pengerjaan jembatan berlangsung, hanya satu jalur yang bisa digunakan, sehingga membuat laju kendaraan menjadi sangat lambat.

Komentar Masyarakat

Masyarakat sekitar merasa prihatin dengan situasi ini. Banyak dari mereka yang mengeluhkan ketidaknyamanan yang dialami selama proses perbaikan jembatan. Beberapa bahkan menyebutkan bahwa perbaikan jembatan seharusnya dilakukan di luar jam sibuk atau pada musim liburan agar tidak mengganggu aktivitas harian.

“Saya harap pemerintah lebih memperhatikan waktu pengerjaan agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Siti, seorang ibu rumah tangga yang sering melintasi jalan tersebut.

Selain itu, para pengusaha di sekitar jalan juga merasa terganggu. “Banyak pelanggan yang tidak datang karena jalan macet. Ini sangat merugikan kami,” kata Andi, pemilik toko di dekat jembatan.

Tantangan dan Harapan

Meski ada tantangan dalam proses perbaikan jembatan, pihak pemerintah tetap optimis bahwa hasilnya akan memberikan manfaat jangka panjang. Dengan perbaikan yang dilakukan, jalan raya Pare-Kandangan diharapkan dapat lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

“Kami berharap setelah perbaikan selesai, kondisi jalan akan lebih baik dan tidak lagi mengganggu masyarakat,” tutup pejabat Dinas PUPR.



Proses Perbaikan Jembatan di Kecamatan Kandangan

Antrean Kendaraan di Sekitar Lokasi Proyek

JalanRayaPareKandangan #Macet2025 #PerbaikanJembatan #KandanganKabupatenKediri #InfrastrukturIndonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *