JEBAKAN TIKUS LISTRIK MAUT! Petani Kecamatan Ringinrejo Tewas Tersengat di Sawah Sendiri pada Malam, 8 Desember 2025!

KediriNews.com – Seorang petani asal Kecamatan Ringinrejo, Jawa Timur, ditemukan tewas tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri. Kejadian tragis ini terjadi pada malam hari, 8 Desember 2025, saat korban sedang berada di area persawahan miliknya.

Menurut keterangan saksi mata, korban diketahui bernama Suryadi (55), seorang petani yang telah lama bertani di daerah tersebut. Saat kejadian, ia keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga dan langsung menuju sawah. Namun, tak disangka, ia tersengat arus listrik dari jebakan tikus yang telah dipasangnya untuk melindungi tanaman dari serangan hama.

“Kami mendapat laporan dari warga bahwa ada sesuatu yang tidak biasa di sawah. Setelah dicek, kami menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar salah satu anggota polsek setempat, seperti dilansir oleh Kompas.com.

Jebakan Tikus Listrik: Bahaya yang Terabaikan

Petani memeriksa sawah yang terancam serangan tikus

Penggunaan jebakan tikus beraliran listrik semakin marak di kalangan petani, terutama di daerah persawahan. Alasan utamanya adalah karena efektivitasnya dalam mengusir hama, meski dengan risiko tinggi. Menurut data dari Polres Lamongan, insiden serupa telah terjadi beberapa kali dalam tahun 2025, termasuk di Kecamatan Kalitengah dan Maduran.

“Penggunaan jebakan listrik sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan korban jiwa jika tidak dipasang dengan benar,” ujar Ipda M Hamzaid, Kasihumas Polres Lamongan. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memilih alternatif lain untuk mengendalikan hama.”

Beberapa petani masih memilih menggunakan jebakan listrik karena khawatir tanaman mereka akan rusak akibat serangan tikus. Namun, banyak pihak memandang ini sebagai cara yang tidak aman dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Upaya Pencegahan dan Edukasi

Di wilayah Blora, Pemerintah Kabupaten Blora telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan hama tikus secara alami. Salah satunya adalah dengan membangun rumah burung hantu sebagai pengendali alami tikus. Di Desa Gondel, misalnya, kepala desa membuat 150-an rumah burung hantu menggunakan dana desa.

“Kita tetap melakukan edukasi terus, termasuk memberikan contoh pembuatan rumah burung hantu seperti di Desa Gondel,” kata Ngaliman, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora. “Namun, tantangannya adalah ketakutan petani terhadap kegagalan panen.”

Selain itu, DP4 juga mengimbau para petani untuk tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. “Kita terus memberikan percontohan gerakan pengendalian tikus, seperti perangkap tradisional dan metode alami,” tambah Ngaliman.

Penyebab Kematian Korban

Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka bakar pada bagian kaki, tangan, dan badan korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tersengat arus listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

“Korban diduga sudah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” ujar AKP Deni Miharja, Kapolsek Ciemas. “Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan luka tusuk atau sayatan, namun kaki kanannya menghitam, diduga akibat sengatan listrik.”

Polisi telah mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk kawat dan pakaian korban. Meski pihak keluarga menolak autopsi, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Langkah Selanjutnya

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh petani di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pengendali hama. Penggunaan jebakan listrik, meskipun efektif, memiliki risiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya memberikan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Sejumlah pihak juga menyarankan agar petani lebih memanfaatkan metode alami seperti penangkapan manual atau penggunaan pestisida organik. Dengan demikian, keselamatan petani dapat terjaga, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di area persawahan.

Rumah burung hantu sebagai pengendali alami tikus

Kesimpulan

Kematian Suryadi, petani Kecamatan Ringinrejo, menjadi peringatan penting tentang bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik. Meskipun efektif dalam mengusir hama, alat ini sangat berisiko jika tidak digunakan dengan hati-hati. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mencari solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kesadaran akan keselamatan kerja serta penggunaan teknologi yang tepat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Semoga kejadian ini menjadi momentum bagi petani untuk lebih mempertimbangkan alternatif pengendalian hama yang lebih aman.

JebakanTikus #KeselamatanPetani #ListrikBerbahaya #KecamatanRinginrejo #KorbanJebakanTikus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *