Ringkasan Berita:
- Terjadi 5 gempa di Jawa Barat dari Rabu malam hingga Kamis pagi.
- Lokasi: Tasikmalaya, Garut, Bandung, Pangandaran, dan Sukabumi.
- Magnitudo kecil 1,3–2,7 dengan pusat di darat dan laut.
Terjadi 5 kali gempa bumi di Jawa Barat mulai dari Tasikmalaya, Garut, Bandung, Pangandaran, dan Sukabumi pada Rabu (7/1/2026) malam hingga Kamis (8/1/2026) pagi.
BMKG Wilayah II melaporkan gempa terkini pada malam tadi terjadi di Tasikmalaya ini pukul 22.12 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,1.
Pusat gempa Tasikmalaya ini berada di darat, 20 Km Tenggara Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 118 Km.
“Info Gempa Mag:2.1, 07-Jan-2026 22:12:59 WIB, Lok: 7.52 LS – 108.20 BT, 20 km Tenggara KAB-TASIKMALAYA-JABAR, Kedlmn: 118 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (7/1/2026) malam.
Selanjutnya, BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi pada malam tadi terjadi di Garut pukul 22.53 WIB dengan kekuatan Magnitudo 1,9.
Pusat gempa Garut ini berada di laut, 91 Km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 35 Km.
“Info Gempa Mag:1.9, 07-Jan-2026 22:53:35 WIB, Lok: 7.89 LS – 107.43 BT, 91 km Barat Daya KAB-GARUT-JABAR, Kedlmn: 35 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (7/1/2026) malam.
Kemudian, BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi pada dini hari tadi di Bandung pukul 02.01 WIB dengan kekuatan Magnitudo 1,3.
Pusat gempa Bandung ini berada di darat, 49 Km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 39 Km.
“Info Gempa Mag:1.3, 8-Jan-26 02:01:38 WIB, Lok: 7.45 LS – 107.45 BT (49 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 39 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (8/1/2026) dini hari.
Selanjutnya, BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi pada pagi tadi di Pangandaran pukul 05.56 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4.
Pusat gempa Pangandaran ini berada di laut, 97 Km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 22 Km.
“Info Gempa Mag:2.4, 8-Jan-26 05:56:08 WIB, Lok: 8.26 LS – 107.81 BT (97 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 22 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (8/1/2026) pagi.
Kemudian, BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi pada pagi tadi di Sukabumi pukul 07.13 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7.
Pusat gempa Sukabumi ini berada di laut, 126 Km Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 17 Km.
“Info Gempa Mag:2.7, 8-Jan-26 07:13:16 WIB, Lok: 8.07 LS – 106.90 BT (126 km Selatan KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 17 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (8/1/2026) pagi.
Sebelumnya, gempa bumi di Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026) siang, mengguncang Sukabumi, namun kali ini pusat gempanya di laut.
BMKG Wilayah II melaporkan gempa terkini di Sukabumi terjadi pukul 13.48 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,1.
Pusat gempa Sukabumi ini berada di laut, 212 Km Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 10 Km, merupakan gempa dangkal.
“Info Gempa Mag:3.1, 7-Jan-26 13:48:18 WIB, Lok: 8.89 LS – 106.42 BT (212 km Selatan KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 10 km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (7/1/2026) siang.
Skala Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.
Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.
Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.
3. Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.
Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.
4. Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja.
JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.
5. Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)
Baca Berita-berita di Google News





