, PURWOKERTO– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Upgrading Knowledge Tata Kelola dan Tata Kerja Perusahaan bagi Mahasiswa Periode I di Auditorium UIN Saizu, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembekalan mahasiswa sebelum terjun ke Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Bisnis Mahasiswa (PBM). Workshop tersebut diikuti ratusan mahasiswa FEBI yang terbagi dalam tiga klaster, yakni 179 peserta PPL Reguler, 112 peserta PPL Konversi, dan 346 peserta PBM.
Melalui pembekalan ini, FEBI memastikan mahasiswa memahami secara utuh mekanisme pelaksanaan kegiatan, kewajiban akademik, hingga sistem evaluasi yang akan dijalani selama praktik.
Dekan FEBI UIN Saizu, Prof. Jamal Abdul Aziz, menegaskan bahwa pembekalan menjadi faktor krusial agar mahasiswa tidak mengalami kendala administratif maupun akademik saat menjalani PPL dan PBM. Ia menekankan bahwa setiap klaster memiliki fokus, lokasi, serta skema penilaian yang berbeda.
“Setelah pembekalan ini, semua harus terang benderang. Mahasiswa wajib memahami apa yang dilakukan di lapangan, apa yang harus dilaporkan, jadwal ujian, hingga strategi memperoleh nilai maksimal,” tegasnya.
Prof. Jamal menjelaskan, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah diarahkan melaksanakan PPL di sektor pemberdayaan UMKM, mahasiswa Perbankan Syariah ditempatkan di lembaga keuangan syariah maupun konvensional.
Sementara mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) menjalani PPL di lembaga filantropi seperti Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan lembaga wakaf. Menurutnya, PPL dan PBM merupakan sarana strategis untuk membangun pengalaman nyata yang relevan dengan kompetensi akademik mahasiswa.
Materi pembekalan berikutnya disampaikan oleh Kepala Laboratorium FEBI UIN Saizu, Dr. Yoiz Shofwa Shafrani. Ia menjelaskan bahwa PPL dan PBM sama-sama bertujuan mengimplementasikan teori perkuliahan ke dalam praktik nyata, meskipun pendekatannya berbeda.
“PPL memberikan pengalaman bekerja di institusi yang telah berjalan, sedangkan PBM melatih mahasiswa membangun dan mengelola usaha secara langsung agar memberikan manfaat material maupun nonmaterial,” jelasnya.
Dr. Yoiz juga menegaskan bahwa FEBI kembali memfasilitasi bantuan permodalan PBM melalui IBIL, sebagaimana periode sebelumnya. Ia mengingatkan mahasiswa agar mematuhi timeline resmi, terutama terkait pengembalian pembiayaan yang menjadi salah satu indikator penting penilaian PBM.
Hal ini dinilai krusial, khususnya bagi peserta PPL Konversi yang hanya mengikuti tahapan ujian. Rangkaian workshop dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FEBI UIN Saizu dan PT Uba Ubud International Office.
Penandatanganan tersebut sekaligus membuka sesi materi utama yang disampaikan oleh CEO PT Uba Ubud International Office, M. Noor Fahmi. Dalam paparannya, M. Noor Fahmi menekankan pentingnya tata kelola dan tata kerja perusahaan yang efektif dan efisien di tengah persaingan bisnis global.
Ia menyebut Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama keberlanjutan perusahaan, yang mencakup lima prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
“Tata kerja yang jelas mempercepat pengambilan keputusan dan mencegah tumpang tindih tugas. Sinergi antara kebijakan strategis dan pelaksanaan teknis harian menjadi kunci optimalnya kinerja perusahaan,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Menurutnya, perusahaan yang dikelola dengan baik tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga berkelanjutan.
Melalui workshop ini, FEBI UIN Saizu berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif sebelum terjun ke lapangan. Pembekalan tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa memberikan kontribusi nyata selama pelaksanaan PPL dan PBM, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan. (***)





