Ringkasan Berita:
- Selama libur Natal–Tahun Baru 2025/2026, Klaten mencatat 876.235 pengunjung, naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya, menempatkan Klaten jadi wisata unggulan di Jawa Tengah.
- Umbul Pelem mencatat 57.381 pengunjung dengan pendapatan bersih Rp100 juta selama Nataru, sementara Umbul Brondong menarik hingga 3.000 pengunjung per hari dengan omzet harian lebih dari Rp100 juta.
- Umbul Pelem dan Brondong jadi bukti wisata desa berbasis air di Klaten yang mampu gerakkan ekonomi lokal,
–Destinasi wisata air berbasis mata air alami kembali membuktikan diri sebagai magnet utama wisatawan.
Bahkan di momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 kemarin sektor pariwisata Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sukses membawa berkah besar dengan lonjakan kunjungan dan perputaran uang bernilai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan data yang diunggah Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, jumlah kunjungan wisatawan ke Klaten pada periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 876.235 orang.
Angka tersebut melonjak sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 572.279 pengunjung.
Capaian ini menempatkan Klaten sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah selama Nataru.
Bahkan mengungguli sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Demak, Rembang, hingga Kota Surakarta.
Wisata Air Jadi Andalan, Umbul Pelem Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah
Salah satu destinasi yang mengalami lonjakan signifikan adalah wisata air Umbul Pelem, yang berlokasi di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten Utara.
Selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, perputaran uang di objek wisata ini menembus ratusan juta rupiah.
Tribunnews berjumpa langsung dengan Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan pada Jumat (10/1/2026).
Dalam wawancara eklusfif, ia mengatakan tingginya omzet tersebut sejalan dengan membludaknya jumlah wisatawan yang datang menikmati kejernihan sumber mata air Umbul Pelem.
“Perputaran uang dari tingginya jumlah pengunjung mencapai ratusan juta rupiah, khusus dari fasilitas yang dikelola BUMDes,” ujar Iwan di Kantor Desa Wunut.
Berdasarkan catatan BUMDes Sumber Kamulyan, pengelola Umbul Pelem, jumlah wisatawan yang berkunjung selama libur Nataru pada periode 21 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 57.381 orang.
Dari jumlah tersebut, pendapatan bersih yang dibukukan selama sekitar 20 hari operasional mencapai Rp100 juta.
Sementara itu, jika dihitung secara tahunan, sepanjang 2025 Umbul Pelem mencatatkan pendapatan kotor Rp6.778.186.700, dengan omzet restoran sebesar Rp1.123.001.650.
“Untuk penjualan tiket saja dari 21 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 sekitar Rp570 juta. Persewaan dan parkir kurang lebih Rp100 juta, sementara resto di area Umbul Pelem sekitar Rp75 juta,” jelas Iwan.
Umbul Brondong Tak Kalah Ramai, Ribuan Pengunjung per Hari
Selain Umbul Pelem, lonjakan wisatawan juga terjadi di Umbul Brondong, objek wisata air yang berlokasi di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, dengan luas area sekitar 2,36 hektar.
Destinasi yang mengusung slogan “Surganya Anak” ini mencatat peningkatan kunjungan signifikan selama libur sekolah dan Nataru.
Jumlah pengunjung bahkan mampu menembus 3.000 orang per hari, dengan omzet harian mencapai lebih dari Rp100 juta.
Manajer BUMDes Karunia Sejahtera Desa Ngrundul, Puput, mengungkapkan kepada Tribunnews bahwa tren kenaikan wisatawan mulai terasa sejak 20 Desember 2025.
Di luar harga tiket yang terjangkau yakni Rp6.000, Umbul Brondong menawarkan konsep wisata keluarga yang ramah anak.
Destinasi ini memiliki kolam dengan kedalaman bervariasi, mulai dari 40 sentimeter untuk anak-anak hingga 150 sentimeter untuk dewasa.
Tak hanya umbul alami, pengelola juga menyediakan empat kolam buatan, terapi ikan, gazebo, panggung live music.
Serta berbagai wahana permainan anak yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Salah satu wisatawan asal Boyolali, Putri (27), mengaku sudah empat kali berkunjung ke Umbul Brondong bersama anak dan keluarga besarnya.
“Tempatnya nyaman, kedalaman kolamnya bervariasi jadi cocok untuk anak-anak. Airnya alami, suasananya juga adem,” ungkap Putri, saat ditemui Tribunnews.
Lonjakan kunjungan wisata air selama libur Nataru 2026 kian menegaskan posisi Klaten sebagai primadona destinasi wisata air di Jawa Tengah.
Dengan Umbul Pelem–Brondong mencatatkan raihan omzet hingga ratusan juta rupiah. Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan wisata berbasis desa mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
(/ Namira)





