Viral Pratu Farkhan Syauqi Tewas Dianiya Senior,Ayah Miris: Gugur Bukan Oleh Musuh,Tapi Sesama TNI

Ringkasan Berita:

  • Pratu Farkhan Syauqi tewas diduga dianiaya senior
  • Korban adalah anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti Aceh
  • Orangtua korban terpukul karena peristiwa ini

 

– Kasus kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti Aceh yang tewas diduga dianiaya senior menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Pratu Farkhan Syauqi berdinas di satuan militer TNI AD di bawah Kodam Iskandar Muda (Kodam IM) wilayah Aceh.

Markas utamanya berada di Jalan Bireuen-Takengon Km 7, Desa Juli, Kecamatan Bireuen, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Berdasar pangkat yang ia miliki, ada kemungkinan ia lulus Sekolah Calon Tamtama (Secaba) sekitar 2023-2024.

Sang ayah, Zakaria Marpaung, mengungkap kronologi tewasnya sang putra, dikutip dari Tribun Medan pada Sabtu (3/1/2026).

Menurut Zakaria, Pratu Farkhan sempat merasa tidak enak badan kemudian berusaha menghangatkan badan di dekat perapian.

Di momen itu ia didatangi senior berpangkat sersan.

“Datang seniornya berpangkat Sersan, kemudian Sersan itu membantu memijat anak saya,” kata Zakaria, ketika ditemui di kediamannya yang ada di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (2/12/2026).

Ketika sedang dipijat, Pratu Farkhan tiba-tiba dipanggil senior lain berpangkat Kopral.

Oleh Kopral tersebut, Farkhan diminta mengambil sikap tobat.

Sikap tobat dalam konteks TNI adalah posisi hukuman disiplin, di mana prajurit meletakkan kepala di tanah, mengangkat pantat ke atas tanpa lutut menyentuh ground, serta tangan di pinggang belakang seperti sikap istirahat.

Hukuman ini diberikan senior kepada bawahan yang berbuat salah sebagai bentuk penebusan dosa, simbol kerendahan hati, dan perenungan kesalahan, meski durasinya tidak diatur ketat.

Saat diminta melakukan sikap tobat dan diduga dianiaya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung sempat melawan.

“Aku bangga sama anak ku. Yang ku kecewakan, anak ku mati bukan di ujung senjata GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Anak ku mati di bawah tangan dan kaki seorang TNI,” kata Zakaria, kemudian terisak mengenang putranya.

Sosok Pratu Farkhan Marpaung

Pratu Farkhan Marpaung adalah anggota TNI Angkatan Darat (AD) asal Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

Kedua orangtuanya bernama Zakaria Marpaung dan Masinah Silalahi.

Jika dilihat dari namanya, Pratu Farkhan merupakan orang Batak.

Sang ayah bekerja sebagai Sekretaris Desa Hessa Air Genting.

Di desanya, ia termasuk tokoh masyarakat yang dihormati.

Pratu Farkah merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

Kematiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam untuk keluarga.

Berencana Melamar Pacar

Menurut Zakaria, Pratu Farkhan sudah berencana melamar seorang wanita yang menjadi kekasihnya.

Rencana itu seharusnya dilakukan setelah Pratu Farkhan pulang dari tugas.

Wanita teman dekat Pratu Farkhan kini ikut bersedih atas kematian kekasih.

Ia sempat menangis pilu sambil memeluk foto mendiang.

“Kami terkejut, saat dapat kabar meninggal itu, ada wanita datang memeluk foto dia. Rupanya teman dekatnya. Dibilangnya kalau mereka sudah mengikat janji akan menikah setelah pulang pamtas IND-PNG,” ujar Zakaria Marpaung, Jumat (2/1/2025).

Katanya, wanita itu menangis histeris didepan rumahnya sambil terisak memanggil nama Pratu Farkhan.

“Bang kenapa kau tinggalkan aku, dibilang wanita itu sambil memeluk foto anakku. Dibilangnya kalau mereka sudah berjanji akan menikah seusai pulang dari pamtas,” ujarnya.

Ia juga mengaku, baru tau ternyata wanita tersebut ikut mengantar Pratu Farkhan di pelabuhan Aceh saat berangkat ke Papua.

“Aku baru tau, ternyata anak gadis ini juga datang ke Aceh saat melepas anakku di pelabuhan di Aceh,” katanya sambil menitikkan air mata. (Tribun Trends/Tribun Medan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *