KediriNews.com – Pada hari Jumat, 10 Desember 2025, terjadi insiden tawuran pelajar SMK yang berlangsung di Jalan Joyoboyo Kecamatan Kota. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat dan memicu respons cepat dari aparat kepolisian setempat. Dalam peristiwa tersebut, polisi menembakkan tembakan peringatan untuk menghentikan aksi tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar SMK.
Dilansir dari laporan awal, insiden tawuran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dari hasil pengamatan, beberapa pelajar SMK membawa senjata tajam seperti celurit dan berkelahi di tengah jalan. Kejadian ini sempat terekam oleh warga sekitar dan viral di media sosial. Para pelaku terlihat saling melemparkan benda tajam dan mencoba menyerang satu sama lain. Aksi ini memicu kerumunan dan membuat lalu lintas terganggu.
“Polisi langsung datang setelah menerima laporan dari warga. Kami memberi peringatan dengan menembakkan tembakan peringatan agar mereka berhenti,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat, saat diwawancara oleh wartawan lokal.
Sementara itu, para pelajar yang terlibat tawuran tidak bisa ditemukan secara langsung oleh petugas karena telah kabur ke arah gang sempit di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan menyelidiki motif serta latar belakang tawuran tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, tawuran antar-siswa SMK bukanlah hal baru di wilayah tersebut. Beberapa bulan terakhir, kasus serupa telah terjadi di beberapa titik kota. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kenakalan remaja masih menjadi tantangan yang perlu diatasi secara bersama-sama oleh sekolah, orang tua, dan pihak berwenang.
Pihak sekolah juga turut merespons kejadian ini. “Kami sedang memanggil siswa yang diduga terlibat dan akan memberikan pembinaan lebih lanjut,” kata Kepala Sekolah SMK setempat dalam pernyataannya.
Beberapa langkah pencegahan telah diambil oleh pihak kepolisian. Antara lain, peningkatan patroli di sekitar area sekolah dan lingkungan sekitar. Selain itu, polisi juga melakukan sosialisasi kepada pelajar tentang bahaya tawuran dan dampaknya bagi diri sendiri maupun masyarakat.
- Peningkatan patroli rutin
- Petugas kepolisian melakukan patroli di sekitar sekolah dan jalur umum.
-
Fokus pada wilayah yang sering terjadi tawuran.
-
Sosialisasi anti-tawuran
- Kepolisian menggelar pertemuan dengan siswa dan guru.
-
Materi yang disampaikan mencakup hukum, dampak negatif tawuran, dan cara menghindari konflik.
-
Kolaborasi dengan pihak sekolah
- Sekolah diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa.
-
Membentuk tim pengawas internal untuk mengantisipasi tindakan negatif.
-
Peningkatan komunikasi dengan masyarakat
- Warga diimbau untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
- Layanan darurat seperti nomor 110 tetap aktif sebagai saluran pengaduan.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Kepolisian Resor setempat juga berencana mengadakan kegiatan edukasi di sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
“Kami berharap melalui pendekatan ini, siswa dapat lebih sadar akan risiko tawuran dan menghindari tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tambah Kapolres setempat dalam pernyataannya.
Tawuran pelajar SMK di Jalan Joyoboyo Kecamatan Kota menjadi peringatan bahwa masalah kenakalan remaja tidak boleh dianggap remeh. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pihak sekolah, keluarga, dan aparat kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pelajar.





