Siapakah Isabel dan Melati Wijsen? Profil Lengkap tentang Tokoh Lingkungan Hidup Ini

Melati Riyanto Wijsen dan Isabel Wijsen adalah dua tokoh lingkungan hidup yang berasal dari Indonesia, khususnya Bali. Keduanya dikenal sebagai aktivis perubahan iklim yang telah berkontribusi signifikan dalam mengurangi penggunaan plastik di pulau ini. Meski masih muda, usaha mereka telah mendapatkan pengakuan internasional.

Latar Belakang

Melati lahir pada tahun 2000 dan Isabel pada 6 November 2002. Keduanya adalah saudara perempuan yang lahir di Bali dari orang tua yang memiliki latar belakang berbeda: ibu mereka berasal dari Belanda, sedangkan ayahnya adalah warga Indonesia. Sejak kecil, mereka tinggal di tengah alam Bali yang indah, yang memperkuat hubungan mereka dengan lingkungan sekitar.

Pada tahun 2013, ketika Melati berusia 12 tahun dan Isabel 10 tahun, mereka terinspirasi oleh pelajaran di Green School Bali tentang pemimpin dunia yang melakukan perubahan positif. Mereka mulai merancang cara untuk membantu masalah polusi plastik di Indonesia, yang merupakan negara kedua terbesar dalam konsumsi plastik di dunia setelah Tiongkok.

Awal Perjalanan Aktivisme

Mereka menemukan bahwa kurang dari 5% kantong plastik di Bali didaur ulang. Dari situ, mereka memulai kampanye bernama Bye Bye Plastic Bags (BBPB) bersama teman-teman sebayanya. Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai melalui pembersihan pantai, presentasi, dan distribusi tas alternatif.

Pada 2018, BBPB berhasil mengadakan pembersihan pantai terbesar di Bali dengan partisipasi 20.000 orang yang berhasil mengumpulkan 65 ton sampah. Upaya mereka tidak hanya lokal, tetapi juga mendapat perhatian global.

Pengakuan Internasional

Melati Wijsen dalam acara TED Talk

Kampanye BBPB semakin mendunia. Pada 2015, mereka membuat petisi yang akhirnya mendapatkan 100.000 tanda tangan di Bandara Internasional Bali. Setelah melakukan aksi mogok lapar selama sehari penuh, mereka akhirnya bertemu dengan Gubernur Bali saat itu, I Made Mangku Pastika, yang berjanji untuk menjadikan Bali bebas plastik pada 2018.

Selain itu, keduanya juga berbicara di berbagai forum internasional seperti TED, CNN, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada 2018, mereka dinobatkan sebagai salah satu dari 25 Remaja Paling Berpengaruh oleh Time Magazine. Bahkan, pada 2020, Melati menjadi pembicara di World Economic Forum di Davos.

Proyek dan Inisiatif Lain

Selain BBPB, Melati juga mendirikan organisasi baru bernama Youthtopia, sebuah platform pembelajaran bagi para pemuda yang ingin menjadi agen perubahan. Di sini, mereka menyelenggarakan workshop dan pelatihan untuk memberdayakan generasi muda.

Pada 2021, film dokumenter berjudul Bigger Than Us yang menceritakan perjalanan Melati dirilis. Film ini disutradai oleh Flore Vasseur dan diproduksi oleh Marion Cotillard.

Pesan untuk Generasi Muda

Melati dan Isabel percaya bahwa setiap orang bisa membuat perbedaan, terlepas dari usia atau latar belakang. Seperti yang dikatakan Isabel: “Untuk semua anak-anak di dunia yang indah tapi penuh tantangan, lakukanlah, buat perbedaan.”

Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran lingkungan. Menurut mereka, setiap individu dapat berkontribusi dengan langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan semangat dan komitmen mereka, Melati dan Isabel Wijsen telah menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Mereka tidak hanya melindungi alam, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *