Satu keluarga ditemukan tewas di Jakut, ini analisis kriminolog

JAKARTA, – Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mengungkapkan pandangannya mengenai kasus satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan mereka di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (2/1/2026).

Ia menduga penyebab meninggalnya satu keluarga tersebut karena keracunan.

“Ini nampaknya keracunan. Keracunannya jenis apa, nampaknya kalau dilihat dari segi ada busa, lalu kemudian tubuh melepuh, kemungkinan ini memang karena kimia seperti sianida yang kemudian lalu membuat tampilan tubuh seperti itu,” katanya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Sabtu (3/1/2026). 

Adrianus menyebut perlu dipastikan juga dugaan keracunan itu karena diracun atau keracunan karena niat korban untuk bunuh diri. 

“Kalau kita bicara mengenai yang pertama, yakni keracunan karena diracun, maka tentu perlu melihat pada circumstance atau pada situasi umumnya,” jelasnya. 

Ia mencontohkan, apakah keluarga tersebut memiliki musuh, utang yang tidak bisa dibayar, melakukan pencemaran nama baik, atau perbuatan lain yang menyebabkan ada musuh yang dendam dan berujung upaya membunuh dengan meracun. 

“Yang kedua adalah (kemungkinan) bunuh diri. Dengan kata lain, memilih untuk bunuh diri melalui minum racun atau makan sesuatu yang sudah ada racunnya, di mana kemudian hal ini lalu dikonsumsi oleh anak dan ibunya bersama-sama,” ucap Adrianus. 

Menurutnya, pernah ada kasus semacam itu sebelumnya yang disebabkan kesulitan hidup, keterbatasan ekonomi, dan sebagainya.

Dalam kasus tersebut, kata dia, sang ibu memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri, dan mengajak anak-anaknya karena tidak ingin mereka menderita sepeninggalnya. 

Namun, Adrianus menekankan petugas kepolisian perlu menyelidiki apakah ada orang yang mencoba masuk ke rumah tersebut.

Selain itu, status rumah, status keuangan, sampai jejak digital korban juga perlu ditelusuri. 

“Itulah yang kemudian membuat kita bisa sampai pada kesimpulan apakah ini keputusan pribadi untuk bunuh diri atau karena ada orang yang mengancam, atau juga ada keterlibatan pihak ketiga yang mungkin misalnya menyediakan makanan dan minuman yang ada racunnya, atau juga mempersuasi atau mendorong untuk bunuh diri dan seterusnya,” ujarnya. 

Sedangkan terhadap korban selamat, Adrianus mewanti-wanti agar diperlakukan secara amat hati-hati karena ada kemungkinan masih trauma. 

Diberitakan , satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan mereka di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).

Dilansir Antara, korban yang ditemukan meninggal dunia adalah anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50), dan perempuan berinisial AAL (27). Sementara satu korban selamat merupakan pria berinisial ASJ (22).

“Jadi sekitar pukul 09.00 tadi pagi ditemukan oleh para tetangganya bahwa penghuni kontrakan tersebut berjumlah tiga orang dalam kondisi berbaring dan mengeluarkan busa dari mulutnya dan dalam kondisi sudah tidak bergerak,” ujar Onkoseno dalam program Kompas Malam KompasTV, Jumat. 

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kata dia, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. 

Onkoseno menyatakan polisi masih mendalami kronologi sebelum kejadian dan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

Sementara itu, ia menyebut satu korban kritis masih dirawat intensif oleh dokter dan belum bisa dimintai keterangan. 

Terkait perkembangan penyelidikan kasus, Onkoseno menyatakan pihaknya sudah memeriksa 4 saksi.

“Ada empat saksi yang sedang kita periksa saat ini,” ujarnya. 

Dia mengatakan polisi juga sudah mengamankan barang-barang di lokasi kejadian yang selanjutnya akan diteliti oleh laboratorium forensik (labfor). 

Barang-barang itu, kata dia, termasuk makanan dan minuman yang ada di lokasi kejadian. 

Onkoseno menyebut barang-barang yang diamankan adalah barang sehari-hari yang biasa digunakan korban yang mungkin terkait dengan kejadian dan bermanfaat untuk pembuktian kasus.

Ia juga membenarkan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap handphone korban. Tetapi ia mengaku belum menemukan percakapan atau pesan mencurigakan.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling. Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *