KediriNews.com – Pada hari Selasa, 5 November 2025, sebuah pohon asam besar tumbang di kawasan Jalan Provinsi Kediri-Nganjuk, tepatnya di Kecamatan Grogol. Peristiwa ini menyebabkan akses jalan menjadi tertutup total, sehingga mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat sekitar.
“Pohon asam yang tumbang memiliki diameter sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 10 meter. Kejadian terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari,” ujar salah satu warga setempat, Suryadi, kepada KediriNews.com.
Menurut informasi dari petugas darurat setempat, pohon tersebut jatuh sekitar pukul 14.30 WIB, tepat saat arus lalu lintas sedang ramai. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi beberapa kendaraan roda dua dan empat terpaksa diamankan karena tertimpa pohon,” tambah Suryadi.
Penyebab Pohon Tumbang
Berdasarkan hasil pengamatan awal oleh tim pemadam kebakaran dan petugas lingkungan, kondisi pohon yang tumbang diduga telah rapuh akibat usia yang sudah tua dan kurangnya perawatan rutin. “Kami menduga pohon ini tidak dipelihara secara berkala, sehingga mudah tumbang saat cuaca ekstrem,” kata Kepala UPT Damkar Kediri, Budi Santoso.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya dari pohon-pohon besar yang berada di sepanjang jalan umum. “Jika melihat pohon yang tampak layu atau rusak, segera laporkan ke dinas terkait agar dapat ditangani sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Setelah kejadian, sejumlah petugas gabungan dari BPBD dan polisi lalu lintas langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penanganan berlangsung selama sekitar dua jam, dengan bantuan alat berat dan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang menutup jalan.
“Kami bekerja sama dengan pihak PLN dan Telkom untuk memastikan kabel listrik dan telekomunikasi tidak terganggu,” jelas Harisman, Koordinator URC BPBD Kota Kediri.
Dampak terhadap Masyarakat
Kejadian ini menyebabkan kemacetan parah di sepanjang jalan provinsi tersebut. Beberapa pengendara mobil dan motor harus memutar balik atau mencari jalur alternatif. “Saya sempat terjebak di tengah jalan karena pohon menutupi seluruh jalur,” cerita Andi, seorang pengemudi truk.
Selain itu, warga sekitar juga mengeluhkan ketidaktertiban lalu lintas dan kurangnya koordinasi antarinstansi dalam menangani kejadian ini. “Seharusnya ada petunjuk arah sementara atau penjagaan di lokasi agar tidak terjadi kecelakaan,” ujar salah satu warga, Dian.
Langkah Pencegahan dan Pengawasan
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pemerintah daerah Kediri akan segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pohon-pohon besar di sepanjang jalan provinsi. Tim teknis akan diterjunkan untuk memetakan area rawan dan memberikan rekomendasi perawatan.
Selain itu, pihak dinas perhubungan juga akan memperketat pengawasan terhadap kondisi infrastruktur jalan, termasuk sistem drainase dan penyangga jembatan. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalan-jalan utama,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kediri, Suryadi.
Kesimpulan
Peristiwa pohon asam tumbang di Jalan Provinsi Kediri-Nganjuk pada 5 November 2025 menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya perawatan dan pengawasan terhadap pohon-pohon besar di sekitar jalur transportasi umum.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik, diharapkan kejadian serupa bisa diminimalisir dan masyarakat dapat merasa lebih aman saat menggunakan jalan-jalan umum.
