KediriNews.com – Di tengah semangat merayakan Natal, pemuda gereja di Kecamatan Pare menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Pada 14 Desember 2025, mereka berhasil membuat pohon natal raksasa menggunakan botol bekas. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi perwujudan pengabdian dan iman para pemuda gereja.
Pohon Natal yang dibuat oleh para pemuda ini memiliki tinggi sekitar 5 meter dan terdiri dari ribuan botol plastik berwarna-warni. Setiap botol dipotong dan dihias dengan kertas warna-warni serta lampu LED untuk menciptakan efek yang menarik. Proses pembuatan memakan waktu selama tiga minggu, dimana para pemuda bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengumpulkan, membersihkan, dan merakit botol-botol tersebut.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Yohanes, salah satu pemuda yang terlibat dalam proyek ini. “Dengan membuat pohon Natal dari botol bekas, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.”
- Proses Pembuatan Pohon Natal
- Pengumpulan botol bekas dilakukan melalui kampanye daur ulang yang diadakan di lingkungan gereja dan sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Pare.
- Setiap botol dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran yang diperlukan.
- Pemuda gereja kemudian menghias setiap botol dengan kertas dan lampu LED untuk menciptakan efek visual yang menarik.
-
Seluruh struktur pohon dibangun secara manual, dengan bantuan alat sederhana seperti tali dan kayu.
-
Konsep Kreativitas dan Lingkungan
- Pohon Natal ini bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pesan moral tentang pentingnya menjaga lingkungan.
- Dalam sebuah wawancara, pendeta setempat menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini.
-
“Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan juga cara untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya daur ulang,” ujarnya.
-
Dukungan Komunitas
- Banyak warga sekitar yang datang untuk melihat pohon Natal ini dan memberikan dukungan moril.
- Beberapa orang tua bahkan membawa anak-anak mereka untuk belajar tentang arti lingkungan dan ekosistem.
-
Bahkan, beberapa pelaku usaha lokal turut berpartisipasi dengan memberikan donasi botol bekas dan alat bantu lainnya.
-
Momen Perayaan Natal
- Pohon Natal ini akan menjadi pusat perhatian dalam perayaan Natal di Kecamatan Pare.
- Selain pohon Natal, ada juga berbagai aktivitas lain seperti pertunjukan musik, permainan tradisional, dan makanan khas.
-
Acara ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar komunitas dan memperkuat rasa kebersamaan.
-
Harapan Masa Depan
- Para pemuda gereja berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi komunitas lain untuk melakukan hal serupa.
- Mereka juga berencana untuk mengadakan acara serupa pada tahun berikutnya, bahkan dengan konsep yang lebih besar.
- “Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan bersama,” tambah Yohanes.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemuda gereja di Kecamatan Pare tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga pada upaya-upaya nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan kreativitas dan kesadaran lingkungan, mereka membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil.
