Pernyataan manajemen Persib usai Thom Haye dapat ancaman pembunuhan setelah hajar Persija

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyayangkan adanyan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada gelandang Maung Bandung Thom Haye seusai tim mengalahkan Persija Jakarta.

Persib sukses menghajar Persija Jakarta 1-0 dalam laga pekan ke-17 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (11/1/2026).

Dalam laga ini, Thom Haye memang menjadi salah satu pemain penting Maung Bandung.

Pemain berlabel Timnas Indonesia itu bahkan menjadi pemain tengah yang sangat penting buat menjaga konsistensi penampilan Persib.

Ia juga dalam laga ini terlihat beberapa kali bersitegang dengan pemain Macan Kemayoran.

Bahkan saat wasit telah meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Persib Vs Persija, Thom Haye terlihat masih berdebat dengan beberapa pemain tim tamu.

Saat mantan pemain Almere City tersebut bersitegang dengan pemain Persija, bahkan ia langsung dipisahkan dengan para pemain Persib.

Namun, setelah pertandingan berakhir dan Maung Bandung meraih kemenangan, Thom Haye pun mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya mendapat ancaman pembunuhan.

Pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu bahkan meminta agar orang-orang berhentu mengirimkan pesan mengerikan kepada keluarganya.

Manajemen pun tak tinggal diam dengan ancaman yang didapatkan pemain Timnas Indonesia tersebut.

Manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan bahwa saat ini orang yang mengancam Thom Haye tersebut tengah di lacak dan nanti apabila sudah bertemu pun akan dituntut.

Hal ini karena ancaman tersebut tak dibenarkan, sehingga Umuh Muchtar memastikan bahwa orang tersebut di lacak.

Tak hanya manajer Persib, tetapi Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama pun juga buka suara terkait ancaman yang diberikan kepada pemain berusia 30 tahun tersebut.

Adhi Pratama tentu saja menyayangkan dengan adanya pesan ancaman yang diberikan kepada gelandang andalan Maung Bandung tersebut.

Padahal pertandingan sepak bola merupakan laga penuh sportivitas, tetapi setelah Persija menelan kekalahan justru Thom mendapat ancaman tak menyenangkan.

“Kami menyayangkan adanya pesan-pesan bernada ancaman, ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman pembunuhan yang diterima pemain kami, Thom Haye, melalui media sosial pascapertandingan Persib kontra Persija pada Minggu, 11 Januari 2026,” kata Adhi Pratama.

Lebih lanjut, Adhi mengatakan bahwa segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, maupun rasis tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun kehidupan masyarakat.

Untuk itu, Adhi menekankan agar semua pihak tetap menjunjung tinggi suportivitas baik di dalam maupun luar lapangan.

“Persib menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, dan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Adhi.

“Sepak bola seharusnya menjadi ruang pemersatu, menjunjung tinggi sportivitas, fair play, serta rasa saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ucapnya.

Adhi mengatakan bahwa dalam sebuah kompetisi pasti ada rivalitas tinggi, tetapi seharusnya ini tidak boleh berlanjut menjadi kebencian apalagi memberi ancaman.

Apalagi ini Thom Haye mendapat komentar ancaman terkait keselamatan, tentu saja ini tak dibenarkan.

“Kami memahami bahwa rivalitas adalah bagian dari dinamika kompetisi, namun rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu,” ujarnya.

“Kritik terhadap permainan adalah hal yang wajar, tetapi intimidasi, rasisme, dan ancaman nyawa adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.”

Dengan adanya kejadian ini, manajemen Persib dengan tegas mendukung penuh komitmen untuk stop melakukan hal yang tak perlu.

Ia juga meminta semua pihak termasuk suporter dari seluruh klub yang ada di Indonesia tak melakukan hal-hal yang tak bermartabat seperti ini.

Menurutnya, ia percaya bahwa hal yang tidak dewasa tersebut hanya akan menimbulkan kerugian saja.

Untuk itu, ia berharap semua pihak bisa menjunjung sportivitas agar tak ada hal yang tak menyenangkan seperti yang menimpa Thom Haye terjadi ke orang lain.

“Persib mendukung penuh komitmen bersama untuk Stop Racism dan mengajak seluruh insan sepak bola, termasuk suporter dari semua klub, untuk bersama-sama menjaga iklim sepak bola Indonesia yang aman, sehat, dan bermartabat,” tutur Adhi Pratama.

“Kami juga mengapresiasi sikap dewasa mayoritas suporter yang tetap menjunjung sportivitas dan menolak segala bentuk kekerasan.”

“Kami percaya, dengan kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama, sepak bola Indonesia dapat terus tumbuh sebagai hiburan yang membanggakan, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai fair play,” ucapnya.

Pos terkait