KediriNews.com – Insiden kericuhan terjadi saat penjualan tiket pertandingan Persik Kediri di Stadion Kecamatan Kota, Jawa Timur, pada 8 Desember 2025. Para suporter yang antre untuk membeli tiket mengalami keributan hingga sejumlah pagar stadion jebol akibat dorongan keras. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan pengelolaan acara olahraga di daerah.
Pengelolaan penjualan tiket Persik Kediri selama musim 2025-2026 sebelumnya dilakukan dengan sistem baru, yaitu Normal Match, Big Match, dan Super Big Match. Harga tiket mulai dari Rp35 ribu hingga Rp100 ribu, dengan adanya diskon khusus untuk pelajar. Namun, dalam beberapa laga terakhir, seperti pertandingan melawan Arema FC, insiden kericuhan juga sempat terjadi. “Kami berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Penjualan tiket harus lebih terstruktur dan aman,” ujar Mochamad Syahid, Manajer Tim Persik Kediri, seperti dikutip dari Ketik News.
Insiden Keributan Saat Penjualan Tiket
Menurut laporan awal, keributan terjadi saat para suporter memperebutkan tiket laga persahabatan antara Persik Kediri melawan klub lokal. Antrean panjang di pintu masuk stadion membuat situasi semakin memanas. Beberapa orang terlihat mencoba memanjat pagar atau merobohkannya untuk mendapatkan tempat duduk lebih dekat.
“Kami tidak pernah membayangkan bahwa penjualan tiket bisa sampai ricuh seperti ini. Ada banyak suporter yang terluka karena dorongan. Kami akan segera meninjau ulang sistem pengamanan,” ujar salah satu petugas keamanan stadion, yang enggan disebutkan namanya.
Pembagian Kategori Tiket dan Harga
Persik Kediri membagi penjualan tiket menjadi tiga kategori utama, yakni Normal Match, Big Match, dan Super Big Match. Setiap kategori memiliki harga yang berbeda, sesuai dengan tingkat antusiasme penonton. Untuk Normal Match, harga tiket dimulai dari Rp35 ribu (ekonomi), Rp50 ribu (utama), dan Rp65 ribu (VIP). Sementara itu, untuk Big Match, harga tiket berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, dan Super Big Match mulai dari Rp65 ribu hingga Rp100 ribu.
Selain itu, Persik Kediri juga menyediakan tiket khusus bagi pelajar dengan potongan harga. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mendukung tim kesayangan mereka.
Respon Suporter dan Komunitas
Para suporter dan komunitas pendukung Persik Kediri memberikan respons positif terhadap sistem baru ini. Faldio, perwakilan komunitas suporter West Brantas, menyampaikan bahwa harga tiket dinilai terjangkau dan sesuai dengan harapan.
“Kami sangat senang dengan harga tiket yang diberikan. Ini bisa menarik lebih banyak suporter untuk hadir di stadion dan memberikan dukungan penuh kepada pemain,” kata Faldio.
Namun, kejadian ricuh pada 8 Desember 2025 menunjukkan bahwa sistem penjualan tiket masih perlu diperbaiki. “Kami berharap manajemen bisa lebih proaktif dalam mengatur antrean dan pengamanan agar tidak terulang kembali,” tambah Montella Effendi, perwakilan komunitas suporter Tribun Kidul Skor.
Langkah yang Harus Diambil
Berdasarkan insiden yang terjadi, manajemen Persik Kediri perlu segera melakukan evaluasi terhadap sistem penjualan tiket dan pengelolaan keamanan di stadion. Dengan adanya kejadian seperti ini, penting untuk memastikan bahwa setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman bagi semua pihak.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Memperketat pengawasan di area penjualan tiket.
2. Meningkatkan jumlah petugas keamanan.
3. Menggunakan sistem pembelian tiket online sebagai alternatif.
4. Melakukan sosialisasi kepada suporter tentang aturan dan protokol keamanan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan insiden kericuhan seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Hashtag Terkait:
PenjualanTiketPersik #KericuhanStadion #SuporterRicuh #PersikKediri #SepakBolaIndonesia







