KediriNews.com – Pada hari Selasa, 11 Desember 2025, warga Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, dihebohkan oleh kejadian pencurian pompa air yang mengancam kesejahteraan petani setempat. Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar terhadap kelangsungan aktivitas pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Beberapa petani di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa pompa air yang digunakan untuk irigasi sawah dan kebutuhan rumah tangga telah hilang secara mendadak. “Sudah beberapa hari kami tidak bisa mengakses air untuk menyiram tanaman. Kami khawatir hasil panen akan terganggu,” ujar Suryadi, seorang petani di Dusun Puhrejo.
Dari informasi yang diperoleh, kejadian ini terjadi dalam waktu singkat, dan belum ada pihak berwenang yang memberikan penjelasan resmi tentang penyebabnya. Namun, warga mengkhawatirkan adanya tindakan kriminal yang dilakukan oleh pihak tertentu, terutama karena kondisi daerah tersebut sering menjadi target pencurian alat pertanian.
“Kami sangat membutuhkan pompa air ini. Tanpa alat ini, kami tidak bisa melakukan pengairan secara efektif,” tambah Sumarno, petani lainnya. Ia juga menyampaikan rasa frustrasi atas ketidakpastian situasi yang terjadi.

Selain itu, para petani mengeluhkan kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini memperparah masalah yang sudah ada sebelumnya, yaitu keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Sebelumnya, Polres Kediri telah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan akses air bersih bagi warga, seperti pembangunan sumur bor dan instalasi pompa air di Masjid Al-Kautsar. Namun, kejadian pencurian ini menunjukkan bahwa masalah akses air masih menjadi isu penting yang perlu ditangani secara lebih sistematis.

Menurut Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, program-program seperti ini merupakan bagian dari komitmen polisi dalam membantu masyarakat. “Bantuan ini adalah bentuk dukungan kami bagi masyarakat. Semoga fasilitas ini memberi manfaat jangka panjang, bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya dalam pernyataannya.
Namun, kejadian pencurian pompa air ini menunjukkan bahwa ada celah yang harus segera ditutup agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Petani dan warga setempat berharap pihak berwajib segera menemukan solusi untuk mengembalikan alat-alat yang hilang dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Mereka juga berharap adanya peningkatan pengawasan di lingkungan pertanian dan tempat-tempat umum agar keamanan masyarakat tetap terjaga.
Untuk sementara, para petani terpaksa mencari alternatif sementara, seperti meminjam alat dari tetangga atau menggunakan sumber air alami yang tersedia. Namun, hal ini tidak cukup untuk mengatasi masalah jangka panjang yang mereka hadapi.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah dan aparat setempat untuk lebih proaktif dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih bergantung pada sumber daya alam.
Hashtag: #PencurianPompaAir #KayenKidul #KrisisAir #PetaniKediri #MasyarakatResah





