Ringkasan Berita:
- Polisi telah menangkap HA (30), terduga pelaku pembunuhan anak MAHM (9), putra seorang politikus PKS Kota Serang.
- Pelaku ditangkap di Cilegon saat melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.
- Penangkapan terjadi setelah pelaku kepergok oleh ART dan ART kemudian menghubungi warga.
, SERANG –Polisi telah menangkap HA (30), terduga pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang, Maman Suherman.
HA ditangkap saat mencuri di rumah milik mantan Anggota DPRD Kota Cilegon dua periode Roisyudin Sayuri.
Penangkapan pelaku terjadi di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Jumat (2/1/2026).
Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana mengungkapkan sebelumnya mereka tidak menyadari HA adalah terduga pembunuh MAHM.
“Memang saat itu saya tidak ada di lokasi. Sebelumnya tidak ngeuh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. Kami baru tahu pada malam harinya. Saat kami menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS,” kata Dede Rohana, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyampaikan bahwa pelaku melancarkan aksinya saat kondisi rumah saudaranya sedang sepi. Menurutnya, rumah tersebut kerap kosong setiap akhir pekan karena ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang.
“Soalnya setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang,” ujarnya.
Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian dilaporkan ke Polsek Cilegon.
“Hari Minggu (28/12) itu terjadi pencurian. Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” ucap Dede.
Ia menceritakan bahwa brankas hasil curian yang tertinggal itu membuat pelaku kembali ke rumah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon tersebut untuk melakukan aksi pencurian kedua kalinya.
“Pada momen Tahun Baru, rumah kembali sepi. Nah, pada Jumat siang itu kebetulan ada asisten rumah tangga (ART) di rumah. Pelaku ini sepertinya melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membongkar brankas,” jelasnya.
Pada aksi kedua tersebut, pelaku kepergok oleh ART yang sedang membersihkan rumah majikannya.
Pelaku panik dan melarikan diri, namun terpeleset. Tak lama kemudian, ART menghubungi warga setempat dan pihak kepolisian.
“Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” tuturnya.
“Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh. ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara saya yang sedang liburan di luar kota. Saudara saya lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi. Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, sudah ada darah, kemungkinan lecet karena membentur tangga,” kata Dede.
Dede mengaku penangkapan pelaku berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga.
“Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang,” jelasnya.
“Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri,” tutupnya.
Kronologi Kejadian
Pembunuhan MAHM bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya D yang terdengar panik dan meminta pertolongan pada Selasa (16/12/2025).
Mendapat kabar tersebut, Maman yang sedang berada di tempat kerja langsung pulang ke rumahnya di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon.
Setibanya di rumah dan membuka pintu, ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat.
Anggota dewan pakar DPD PKS Cilegon kemudian membawa anaknya menggunakan mobil untuk mendapatkan penanganan medis ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon.
Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat 19 tusukan benda tajam.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana
Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Pelaku Pembunuhan Bocah Anak Politisi PKS Tertangkap saat Tepergok Bobol Rumah Eks Dewan Cilegon
dan
Ini Lokasi Penangkapan Pelaku Pembunuh Anak Politisi PKS di Cilegon





