KediriNews.com – Petani durian di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengalami kekecewaan setelah bunga durian mereka rontok akibat angin kencang pada 5 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah petani menyaksikan hasil panen yang sebelumnya disebutkan akan melimpah. Bunga-bunga yang telah bersemi selama beberapa bulan tiba-tiba rontok dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran tentang potensi gagal panen.
“Bunga durian yang sudah mulai muncul tiba-tiba rontok karena angin kencang. Ini sangat mengejutkan,” ujar Suryadi, seorang petani durian di wilayah tersebut. Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya memengaruhi produksi buah, tetapi juga memberi dampak psikologis bagi para petani yang telah bersusah payah merawat tanaman selama bertahun-tahun.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kejadian angin kencang yang terjadi pada hari itu termasuk dalam kategori cuaca ekstrem. Angin dengan kecepatan hingga 60 km/jam diperkirakan menjadi penyebab utama kerontokan bunga. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti cuaca bisa sangat berpengaruh pada proses reproduksi tanaman, terutama pada tahap pembungaan.
Faktor Penyebab Kerontokan Bunga Durian
-
Cuaca Ekstrem: Angin kencang dan perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan bunga durian mudah rontok. Pada saat bunga sedang berkembang, ketidakstabilan iklim bisa mengganggu proses penyerbukan dan pengembangan bunga.
-
Kurangnya Perlindungan Tanaman: Banyak petani belum memiliki infrastruktur pendukung seperti jaring pelindung atau struktur penyangga untuk melindungi tanaman dari angin kencang. Hal ini meningkatkan risiko kerontokan bunga.
-
Kesehatan Tanah dan Nutrisi: Tanah yang kurang subur atau nutrisi yang tidak seimbang bisa membuat tanaman lebih rentan terhadap gangguan eksternal. Pupuk organik dan pemupukan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman.
-
Pemangkasan yang Tidak Sesuai: Pemangkasan cabang yang tidak dilakukan secara benar bisa mengganggu keseimbangan tanaman dan memperparah kerontokan bunga.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, para petani disarankan melakukan beberapa langkah pencegahan:
-
Pemupukan Organik: Gunakan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau untuk menjaga kesuburan tanah dan memperkuat tanaman.
-
Penyiraman yang Tepat: Pastikan kelembapan tanah seimbang agar bunga tidak mudah rontok akibat kekeringan atau genangan air.
-
Pemangkasan Cabang Tidak Produktif: Memangkas cabang yang tidak produktif membantu meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari, sehingga bunga bisa berkembang optimal.
-
Pengendalian Hama Secara Alami: Gunakan pestisida alami seperti daun sirsak atau neem untuk mengusir hama yang bisa merusak bunga.
-
Membuat Pelindung Cuaca: Pasang jaring atau struktur penyangga di sekitar tanaman untuk melindungi bunga dari angin kencang.
Peran Pemerintah dan Lembaga Pertanian
Dalam upaya mencegah kerontokan bunga durian, pemerintah dan lembaga pertanian diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar kepada petani. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
-
Pelatihan dan Edukasi: Memberikan pelatihan tentang teknik budidaya durian yang baik, termasuk cara menghadapi cuaca ekstrem dan perlindungan tanaman.
-
Pengadaan Infrastruktur: Membantu petani membangun jaring pelindung atau struktur penyangga untuk melindungi tanaman dari angin kencang.
-
Pengadaan Pupuk dan Bahan Organik: Menyediakan pupuk organik secara gratis atau subsidi untuk membantu petani menjaga kualitas tanah dan kesehatan tanaman.
Kesimpulan
Peristiwa kerontokan bunga durian di Kecamatan Puncu pada 5 Desember 2025 menjadi peringatan bagi petani dan pemerintah bahwa cuaca ekstrem dapat sangat memengaruhi hasil panen. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat dan dukungan dari lembaga pertanian, petani durian dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan dan memastikan hasil panen yang optimal.







