ORTU PUKUL GURU Tak Terima Anak Ditegur di SD Kecamatan Kota pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Sebuah peristiwa yang memicu kontroversi terjadi di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kota, Jawa Timur, pada 5 Desember 2025. Kejadian ini berawal dari seorang orang tua murid yang tidak terima dengan tindakan guru yang menegur anaknya. Akibatnya, orang tua tersebut melakukan pukulan terhadap guru tersebut, sehingga memicu reaksi keras dari pihak sekolah dan masyarakat.

Peristiwa ini terjadi saat guru mengingatkan siswa untuk tidak mengganggu teman lain selama jam pelajaran. Menurut saksi mata, anak tersebut memang sedang tidak fokus dan membuat kegaduhan. Guru pun memberikan teguran, namun orang tua murid yang hadir di lokasi langsung marah dan melampiaskan kemarahannya kepada guru tersebut.

“Saya tidak bisa menerima jika anak saya ditegur seperti itu. Saya sudah bilang ke guru, jangan ganggu anak saya,” ujar salah satu orang tua yang enggan disebut nama, saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana seharusnya hubungan antara guru dan orang tua siswa dalam mendidik anak. Dalam konteks ini, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan pesan penting kepada para orang tua bahwa ketegasan guru sangat diperlukan dalam membentuk karakter anak.

  1. Pesan Prabowo untuk Orang Tua Siswa

Prabowo Subianto pernah menyampaikan bahwa ketegasan guru di masa lalu menjadi bagian penting dalam pembentukan dirinya. Ia menegaskan bahwa jika guru tidak tegas, maka anak akan sulit berkembang menjadi pribadi yang baik.

“Hai orang tua di mana-mana, kalau guru itu keras jangan-jangan anakmu yang nakal. Bener? Kalau anak nakal terus dibiarkan nakal, dia enggak bisa jadi orang baik,” ujar Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Menurut Prabowo, banyak orang tua yang terlalu mudah menyalahkan guru ketika anak mereka ditegur. Padahal, peneguran itu dilakukan demi kebaikan anak. Ia juga menyoroti fenomena murid yang bersikap kurang ajar terhadap guru, yang menunjukkan bahwa sikap anak harus dijaga agar tidak menjadi masalah di masa depan.

  1. Contoh Nyata dari Pengalaman Prabowo

Prabowo juga bercerita tentang pengalaman pribadinya saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat itu, ada seorang murid yang bersikap tidak sopan kepada guru. Kepala sekolah memutuskan untuk memberhentikan murid tersebut, tetapi ternyata anak itu adalah putra seorang jenderal. Hal ini membuat kepala sekolah grogi karena takut terkena konsekuensi.

Dari pengalaman ini, Prabowo menyimpulkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang disiplin dan sikap. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada para orang tua untuk lebih bijak dalam menilai tindakan guru.

  1. Konteks Lain: Kasus Ulat dalam Makanan Siswa

Selain kasus pukulan terhadap guru, ada juga peristiwa serupa di Kota Ambon. Wali Kota Bodewin Wattimena angkat bicara soal temuan ulat dalam makanan milik seorang siswa SD. Kejadian ini terjadi di SD Kristen Seri, Kecamatan Nusaniwe, pada 22 Juli 2025. Meski hanya satu kejadian, Wali Kota meminta agar semua guru wali kelas lebih ketat mengawasi makanan sebelum dikonsumsi siswa.

“Saya akan membuat surat edaran kepada semua guru wali kelas. Sebelum anak-anak makan, mereka wajib memeriksa semua ompreng yang ada,” ujar Bodewin.

  1. Kasus Kekerasan Guru di Kalbar

Di Kalimantan Barat, terjadi kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswanya. Namun, kasus ini akhirnya berakhir damai setelah dilakukan mediasi oleh Unit PPA Polda Kalbar. Guru tersebut mengakui bahwa tindakannya hanya untuk mendisiplinkan siswa dan meminta maaf kepada orang tua korban.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bayu Suseno, menjelaskan bahwa mediasi telah berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi dan mengedepankan fakta sebelum menyebarkan berita.

Kesimpulan

Peristiwa pukulan terhadap guru di SD Kecamatan Kota pada 5 Desember 2025 menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik antara guru dan orang tua. Dalam konteks ini, pesan Presiden Prabowo Subianto sangat relevan, yaitu bahwa ketegasan guru diperlukan untuk membentuk karakter anak. Di sisi lain, kasus-kasus serupa di tempat lain menunjukkan bahwa kebijakan dan pengawasan yang tepat juga diperlukan untuk menjaga kualitas pendidikan.

ORTUPUKULGURU #SDKECAMATANKOTA #HARI_GURU_NASIONAL #PENDIDIKAN_INDONESIA #KEKERASAN_GURU

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *