Seiring bertambahnya usia, hidup pelan-pelan mengajarkan satu pelajaran penting: tidak semua hal layak diperjuangkan, dan tidak semua luka perlu terus disimpan. Banyak orang muda mengira kebahagiaan datang dari kemenangan, pembuktian, atau balas dendam yang manis. Namun mereka yang telah melewati cukup banyak fase hidup justru menemukan ketenangan dari arah yang berlawanan—rasa syukur.
Psikologi modern menunjukkan bahwa orang yang semakin dewasa secara emosional cenderung memilih bersyukur daripada menyimpan dendam. Bukan karena mereka tidak pernah disakiti, melainkan karena mereka belajar bahwa menyimpan kemarahan hanya akan melelahkan diri sendiri. Menariknya, pilihan batin ini tercermin dalam perilaku sehari-hari yang cukup konsisten.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (13/1), terdapat 10 perilaku yang umumnya dilakukan oleh orang-orang yang menjadi lebih bersyukur seiring bertambahnya usia, menurut sudut pandang psikologi.





