KediriNews.com – Pada 4 Desember 2025, kericuhan terjadi di Pangkalan Ojek Bandara Dhoho Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Peristiwa ini bermula dari larangan masuknya ojek online ke area bandara, yang akhirnya memicu perdebatan antara para pengemudi ojek pangkalan dengan driver hijau. Situasi tersebut menimbulkan ketegangan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar bandara.
“Kami sudah memberi tahu bahwa ojek online tidak boleh masuk ke area bandara,” ujar salah satu pengelola pangkalan ojek kepada awak media. “Ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang serta pengemudi lainnya.”
Peristiwa ini menjadi sorotan karena berpotensi mengganggu layanan transportasi di kawasan Bandara Dhoho, yang masih dalam proses pengembangan. Sebelumnya, beberapa pihak telah menyampaikan kekhawatiran terkait kurangnya pengaturan yang jelas terhadap ojek online di area publik seperti bandara dan stasiun.
Perbedaan Pandangan Antara Ojek Pangkalan dan Ojek Online
-
Ojek Pangkalan: Mereka biasanya memiliki titik tunggu tetap dan sering kali bermitra dengan pemilik kendaraan atau pengelola area tertentu. Mereka juga lebih familiar dengan aturan setempat dan cenderung lebih disiplin dalam menjalankan aktivitasnya.
-
Ojek Online: Driver hijau lebih fleksibel dalam menentukan lokasi penjemputan dan sering kali menggunakan aplikasi digital untuk mencari penumpang. Meski demikian, mereka kadang tidak mematuhi aturan lokasi penjemputan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Perbedaan ini menjadi sumber konflik, terutama ketika ojek online mengambil alih tempat yang seharusnya digunakan oleh ojek pangkalan. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengemudi ojek pangkalan, yang merasa hak mereka dilanggar.
Tindakan yang Diambil oleh Pihak Berwenang
Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri dan polisi setempat telah melakukan upaya untuk menertibkan situasi ini. Mereka meminta para pengemudi ojek online agar tidak lagi mangkal di area bandara, terutama di dekat pintu masuk dan jalur penumpang.
Selain itu, petugas juga memberikan sosialisasi tentang aturan penggunaan trotoar dan area umum. “Kami akan terus mengingatkan pengemudi ojek online agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar seorang petugas.
Komentar dari Pengemudi Ojek Online
Beberapa driver ojek online mengatakan bahwa mereka hanya ingin mencari penumpang secara efisien. “Kami tidak bermaksud mengganggu, tapi kami juga butuh penghasilan,” ujar salah satu driver. Ia menambahkan bahwa banyak penumpang yang lebih memilih menggunakan ojek online karena lebih cepat dan mudah diakses.
Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya didukung oleh pengemudi ojek pangkalan. Mereka merasa bahwa ojek online sering kali mengabaikan aturan dan memperburuk kondisi lalu lintas di area bandara.
Langkah Ke depan
Dalam waktu dekat, pihak berwenang akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pengaturan ojek online di area bandara. Tujuannya adalah untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pengemudi dan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, masyarakat di sekitar bandara berharap adanya solusi yang bisa menyelesaikan konflik ini. Mereka berharap dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman tanpa ada gangguan dari pengemudi ojek online.
Kesimpulan
Peristiwa di Pangkalan Ojek Bandara Dhoho Kecamatan Grogol pada 4 Desember 2025 menunjukkan pentingnya pengaturan yang jelas terhadap ojek online di area publik. Konflik antara ojek pangkalan dan driver hijau tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak citra bandara sebagai pusat transportasi modern.
Dengan adanya tindakan dari pihak berwenang dan kesadaran dari pengemudi ojek online, diharapkan situasi ini dapat segera diredam dan tercipta lingkungan transportasi yang lebih harmonis.
