ODONG-ODONG MASUK PARIT! Anak-anak Menangis di Kecamatan Pagu pada 8 Desember 2025

KediriNews.com – Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 8 Desember 2025. Sebuah kendaraan odong-odong yang sedang beroperasi mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam parit. Kejadian ini menimbulkan rasa kaget dan kesedihan di kalangan warga, terutama anak-anak yang sempat menjadi korban dari kejadian tersebut.

“Saya melihatnya langsung dari jauh, saat itu banyak orang berkerumun di sekitar parit,” kata Siti Aminah (38), salah satu warga setempat kepada KediriNews.com. “Anak-anak menangis karena takut dan bingung. Mereka mungkin tidak tahu apa yang terjadi.”

Kronologi Kecelakaan

Menurut laporan sementara dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kendaraan odong-odong yang dikemudikan oleh seorang pria bernama Supriyanto (37) asal Desa Kedungmlati, Jombang, berusaha melewati jalur yang sempit di dekat parit. Namun, akibat kurangnya perhatian atau kemungkinan kelelahan, kendaraan oleng dan masuk ke dalam parit.

“Dugaan sementara adalah sopir mengalami kelelahan, sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan,” ujar Aipda Wahyu, anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Kediri, seperti dilansir dari Metaranews.co.

Supriyanto sendiri tidak mengalami cedera serius, tetapi beberapa penumpang, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka ringan. Mereka segera dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Dampak Terhadap Warga

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan warga Kecamatan Pagu. Banyak dari mereka merasa khawatir akan keselamatan pengguna jalan, terutama di daerah yang memiliki jalur sempit dan kondisi jalan yang tidak stabil.

  1. Kerugian Material

    Kerusakan pada kendaraan odong-odong diperkirakan mencapai Rp 15 juta. Selain itu, ada kerusakan pada jalur jalan dan lingkungan sekitar parit.

  2. Perubahan Jalur Lalu Lintas

    Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sempat terhambat selama beberapa jam. Petugas gabungan dari polisi dan warga setempat bekerja sama mengatur lalu lintas hingga proses evakuasi selesai.

  3. Pengamanan Tambahan

    Pihak kepolisian memastikan bahwa area sekitar parit ditutup sementara untuk mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan.

Anak-anak menangis setelah kecelakaan odong-odong di Kecamatan Pagu

Respons Masyarakat dan Pemerintah

Warga setempat mengecam tindakan yang dianggap tidak bertanggung jawab dari pengemudi odong-odong. Mereka meminta agar pihak berwenang lebih ketat dalam mengawasi penggunaan kendaraan umum, terutama di daerah-daerah yang rawan kecelakaan.

“Kita harus lebih waspada, terutama dalam menggunakan kendaraan umum seperti odong-odong. Ini bukan sekali ini saja, tapi sudah sering terjadi,” ujar Teguh (45), seorang pedagang di Pasar Pagu.

Pihak pemerintah setempat juga telah menyatakan siap memberikan bantuan bagi korban dan melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur yang sering menjadi tempat kecelakaan.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, beberapa langkah pencegahan telah diambil:

  1. Peningkatan Pengawasan

    Petugas lalu lintas akan meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan, terutama di daerah dengan kondisi jalan yang tidak stabil.

  2. Edukasi Pengemudi

    Pihak kepolisian akan memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara, terutama bagi pengemudi kendaraan umum seperti odong-odong.

  3. Perbaikan Infrastruktur

    Pemerintah setempat berencana untuk memperbaiki jalur-jalur yang sering menjadi tempat kecelakaan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas yang lebih jelas.

Pengemudi odong-odong di Kecamatan Pagu yang sedang diperiksa oleh petugas

Kesimpulan

Kecelakaan odong-odong di Kecamatan Pagu pada 8 Desember 2025 menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, terutama di daerah-daerah yang memiliki kondisi jalan yang kurang ideal. Dengan adanya kepedulian dari masyarakat, pemerintah, dan pihak berwenang, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi.

OdongOdong #Kecelakaan #KecamatanPagu #Kediri #KorbanAnakAnak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *