KediriNews.com – Pada 15 Oktober 2025, masyarakat Kecamatan Ngadiluwih akan merayakan acara unik yang memadukan tradisi kuliner dengan kebersamaan. Acara ini dikenal dengan nama “MIE GEMEZ”, sebuah perayaan yang mengajak warga untuk mencoba hidangan kering gurih yang terasa renyah dan pedas. Acara ini menjadi ajang bagi warga setempat untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap makanan lokal yang khas.
Pesta kuliner ini tidak hanya sekadar menyajikan makanan, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial antar warga. Seperti dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat, “MIE GEMEZ adalah cara kami menjaga warisan budaya melalui rasa.” Acara ini dirancang agar semua lapisan masyarakat bisa ikut serta, baik anak-anak maupun orang tua.
Berikut beberapa hal yang membuat acara ini istimewa:
-
Hidangan Khas yang Menyentuh Hati
Makanan yang disajikan dalam acara ini adalah hasil dari resep turun-temurun yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Contohnya, lauk kering seperti serundeng, pencok Betawi, atau sambal teri kacang yang biasanya digunakan sebagai topping ketupat lebaran. Rasa gurih dan pedas dari bahan-bahan alami ini memberikan pengalaman rasa yang tak terlupakan. -
Partisipasi Aktif Warga
Tidak hanya para penjual makanan yang berpartisipasi, tetapi juga warga setempat yang ingin menunjukkan keahlian memasak mereka. Banyak keluarga yang membawa masakan khas rumah tangga mereka untuk dibagikan kepada tamu-tamu acara. -
Pembelajaran Budaya Melalui Makanan
Acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga tradisi kuliner. Anak-anak diajarkan bagaimana memasak lauk kering seperti pencok Betawi atau serundeng Jawa, yang membutuhkan kesabaran dan kecermatan. -
Sosialisasi Wisata Kuliner
Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, pemerintah setempat juga berencana menggandeng media lokal dan digital untuk mempromosikan acara ini. Dengan begitu, masyarakat luas bisa tahu bahwa Ngadiluwih memiliki daya tarik kuliner yang kaya akan tradisi. -
Keberlanjutan Lingkungan
Salah satu inisiatif baru dalam acara ini adalah penggunaan wadah daur ulang untuk menyajikan makanan. Hal ini dilakukan untuk menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan nilai-nilai kebersihan.

Dalam wawancara dengan KediriNews.com, Ibu Siti Aminah, seorang ibu rumah tangga yang ikut serta dalam acara ini, berkata, “Saya sangat senang bisa ikut serta dalam acara ini. Ini bukan hanya sekadar makan, tapi juga kesempatan untuk belajar dan berbagi.”
Acara MIE GEMEZ pada 15 Oktober 2025 akan menjadi momen yang tidak terlupakan bagi warga Ngadiluwih dan para tamu yang hadir. Dengan campuran rasa, tradisi, dan kebersamaan, acara ini menunjukkan betapa kaya dan kreatifnya budaya kuliner Indonesia.





